Prompt #4: Boneka untuk Risa

“Ibu! Lihat! Aku bawa boneka untuk Risa!”

Ibu tersenyum kemudian berkata, “Lucu sekali. Mudah-mudahan Risa suka. Ibu antar ke kamarnya sekarang?”

Bayu mengangguk senang.

Aku mengintip adegan itu dari balik pintu kamarku. Langkah kaki ibu semakin mendekat, aku mengambil posisi ke samping pintu.

“Sa,” Ibu membuka pintu.

“Iya Bu. Risa sudah tau, boneka dari Bayu kan?” Ibu terkekeh, menyerahkan boneka dengan baju bernuansa pink ke arahku.

“Bu, Bayu itu mikirnya Risa umur berapa sih?” aku menimang boneka di tanganku. Bukan sekali dua Bayu memberikanku hadiah atau malah mengajakku bermain. Dan dia memperlakukanku seperti teman sebaya. Padahal aku lebih tua lima tahun darinya.


“Entahlah Sa. Tapi anaknya gemesin deh. Ibu suka aja gayanya. Bayu itu kalau gede pasti ganteng,” Ibu kembali tersenyum geli. Aku tau ibu merindukan punya anak laki-laki, karena itu ibu tidak pernah keberatan Bayu memanggilnya Ibu.

Gambar
**

17 tahun berlalu sejak saat itu. Ibu benar, Bayu di saat gede memang punya wajah rupawan apalagi dipadu dengan kecerdasan yang dimilikinya. Aku pun sejak lima tahun yang lalu resmi masuk ke keluarga besarnya, menjadi istri mas Yudi, kakaknya Bayu.

Aku sekarang di sini, di tengah keluarga besar suamiku mendengarkan dan melepas kangen pada Bayu yang baru menyelesaikan kuliah S3nya di Jepang.

“Mas Bayu punya pacar ga di Jepang?” Nissa, si bungsu bertanya.

“Nggak usah pacar-pacaran. Langsung nikah aja,” bapak mertuaku langsung menyahut.

“Iya. Sudah waktunya kamu berumahtangga, Bayu,” mama mertuaku menimpali.

“Mau mbak Risa carikan yang cocok nggak?” Aku menawarkan. Bayu hanya menanggapinya dengan senyum tipis, tangannya menowel pipi Asyila, puteriku.

“Saya udah punya calon sendiri kok,” cetus Bayu kemudian.

“Siapa Mas?” Nissa bertanya tak sabar. Seluruh ruangan sontak memandang ke arah Bayu.

“Saya ingin melamar Mbak Risa. Menjadi ayah dari Asyila,” aku merasa aliran darahku berhenti saat itu. Pandanganku tiba-tiba saja terarah pada foto yang terpasang di dinding, foto Mas Yudi yang telah berpulang dua tahun yang lalu.

***

25 thoughts on “Prompt #4: Boneka untuk Risa

  1. wow….kereeen…aku tertipu….btw, sempat bingung dengan Rissa dan Risa, he2. *ah Bayu, bikin aku tersipu malu….batin Risa. hihihi aku gak bisa bayangkan reaksi keluarga besarnya…

  2. Uhuuuy, manisnya endingnya🙂
    Suka deh

    Terima aja Risa, cuman beda 5 tahun kok😀

    Ini istilahnya apa yah?
    Kalau turun ranjang kan itu kalo pihak suami, kalo pihak istri nikahin sodara suami? Apa sebutannya sama yah

  3. kalo kata mas aulia… ini PAS!😆

    tapi seandainya “fakta” bahwa si “aku” sudah jadi istri kakaknya Bayu yg ada di tengah cerita itu disembunyikan dulu, pasti bisa jadi semacam kejutan kecil yg menyenangkan😀

    IMO…

    • Makasih Mak Carra🙂

      Ah, iya benar. Saya ga kepikiran sampai situ, menyembunyikan dulu status si aku. Makasih masukannya ya Mak. Jadi pengin ngedit. hehehe….

      • Iya, bisa jadi kejutan kecil yang menyenangkan, tapi akan merubah beberapa poin kalo tetap disembunyikan status Risa. Seperti mengapa Risa bisa ada di rumah keluarga Bayu. Trus, dialog dengan mertua. Itu sudah pas karena telah ada keterangan status tadi.

        kecuali kalo kata mertua diganti jadi sebuah nama, nanti diakhir baru diberi kejutan kalau si bapak dan ibu itu adalah mertua Risa karena pernikahannya dengan Yudi.

        Tapi yang di atas udah ok Mak (y)

        cmiiw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s