drprita1

Tulisan ini,bersama tulisan yang lain, bisa dibaca juga di majalah AULIA edisi Februari 2013. Terkadang kita merasa tenang saja karena makan di resto yang sudah jelas halal. “Lho, kok tahu dengan jelas kehalalannya?” “Ya, kan cuma sea food. Gak jual masakan B2 dan gak pakai minyak B2 juga” “Betulkah seperti itu? Pengalaman dari komunitas Halal Baik Enak saat melaksanakan wisata kuliner halal menemukan bahwa hanya kurang dari 10% resto yang ada di mal-mal ternama, yang mempunyai sertifikat halal. Dari 40an resto, hanya 1 atau paling banyak 2, yang sudah bersertifikat halal.  Itu pun didominasi oleh resto fastfood berwaralaba”. “Jadi sisanya jualan makanan haram, dong?” “Makanan yang disajikan memang halal.  Tapi yang bikin tidak halal bisa dari bumbu, penyedap, pencelup, dll.  Jadi yang asalnya halal bisa berubah menjadi haram gara-gara bahan-bahan tambahan tersebut”. Kiat-kiat inilah yang Insya Allah saya (dan keluarga) lakukan saat makan di luar: 1.  Untuk makanan di resto…

View original post 491 more words

5 thoughts on “

  1. biasanya klo makanan tuh sedaaaap n enaaaakkk banget, jadi curigesyen klo2 ada minyak babi segala. paling aman sih makan buatan sendiri mbak yan

  2. Iyaaa…saya baca tulisan ini d majalah aulia.. dr. Sering menulis di majalah ini ya? Yg edisi januari jg ada tulisan dr. Jg ya…

    Oia.. dokter kenal dr.lenny kah? Ktanya beliau sc sll dgn dokter.. beliau titip salam untuk dokter..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s