PromptChallenge Quiz : Tentang Rim

“Rim, apa kabar?” Net berjongkok memegang sebuah benda yang terasa dingin di tangannya. Aroma tanah basah selepas hujan mencandai indera penciumannya.

“Aku baik-baik saja.” Net berkata lagi. Matanya mulai mengabur, ada desakan di matanya yang siap berloncatan keluar. Ingatan Net melayang ke peristiwa setahun silam.

“Mbah, bantu Net mengurus jenazah bayi Rim ya.” Net berkata pada Mbah Mis dengan sendu.

“Inna lillah! Bayi? Bayi apa? Kapan lahirnya kok tiba-tiba sudah ada jenazahnya? Kapan Rim hamil?” Mbah Mis memberondong Net dengan pertanyaan-pertanyaan yang tiba-tiba memberondong kepalanya.

“Rim hamil sudah dari 9 bulan yang lalu Mbah. Mbah kan sudah lama nggak ketemu Rim,” Mbah Mis menepuk jidatnya, baru ingat kalau dia memang sudah lama tidak bertemu Rim.

“Jadi Rim hamil di luar nikah Net? Padahal kelihatannya Rim gadis baik-baik ya,” Mbah Mis menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Bukan hamil di luar nikah mbah, Rim punya suami kok.”

“Eh, punya suami? Kapan nikahnya? Mbah tidak tahu?” Mbah Mis lagi-lagi menyerbu Net dengan pertanyaannya. Net mengeluh dalam hati. Ikut menyesalkan keputusan Rim yang merahasiakan pernikahannya. Net masih ingat dia ngotot mengusulkan agar Rim melangsungkan resepsi pernikahan walau sangat sederhana.

“Agama kita menyuruh pernikahan itu diumumkan Rim, biar orang-orang tahu, menghindari fitnah.” Net mencoba meyakinkan Rim saat itu. Ucapan Net terbukti, buktinya sekarang Mbah Mis salah paham, mengira Rim hamil di luar nikah.

“Ini untuk menjaga perasaan istri pertama Mas Wisnu, Net.” Rim memberikan alasan. Berkali Net membujuk, tapi Rim tetap pada keputusannya. Net hanya bisa berdoa agar Rim bahagia dengan keputusan yang dia ambil saat itu. Menjadi istri kedua seorang pengusaha muda. Pengusaha muda yang saat Rim meregang nyawa buat melahirkan anaknya, tak kelihatan batang hidungnya sama sekali.

“Kasian Rim ya Net,” kata Mbah Mis saat mereka sudah selesai menguburkan jenazah bayi Rim di tempat pemakaman umum, tentu saja dibantu pengurus pemakaman di sana. Belum sempat Net menanggapi ucapan Mbah Mis, ponsel di sakunya bergetar. Net gegas meraih ponselnya. Dan sekejap kemudian, berlari meninggalkan Mbah Mis.

“Rim kritis.”

Net datang ke rumah sakit saat tubuh Rim sudah tertutup kain putih. Rim dimakamkan di samping bayinya. Pengusaha muda itu hadir di pemakaman dengan wajah muram, di sampingnya seorang wanita tersenyum penuh kemenangan menatap tajam ke arah Net.

Selembar daun kering  jatuh di pangkuan Net. Membuyarkan lamunan Net.

“Maafkan aku Rim. Aku gagal menyelidiki apa ada tindak kriminal di balik kematian kamu dan bayimu yang kurasa sangat tak wajar,” bisik Net di dekat nisan Rim.

25 thoughts on “PromptChallenge Quiz : Tentang Rim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s