Remember When – Winna Efendi

Barusan kelar baca novel ini. 

Saya langsung ingat deh perbincangan dengan ka Fitri dan mbak Luluk tentang novelis2 yang keren gitu nulisnya dan sebagian berawalan W. Hahahaha…. Haruskah kita ganti nama pena dengan awalan W juga????

Salah satunya ya Winna ini. Winna emang teope deh kalau soal nulis. Bukunya Draf 1 : Taktik menulis fiksi juga jadi panduan saya buat nyoret2. Ceritanya mau belajar nulis fiksi juga.

Novel ini berjudul cantik. Remember When. Serius.. Saya suka judulnya.

Bercerita tentang murid2 SMU, tokoh utama sih ada 4 : Freya, Adrian, Moses dan Gia. Yess… saya masih hafal tokohnya. Jadi Freya sama Adrian pacaran, Moses dan Gia juga. Freya dan Gia sahabatan, Moses dan Adrian sahabatan juga. Trusss… seiring berkembangnya waktu ada yang berubah dalam rasa di hati mereka. Adrian merasakan sesuatu yang lain untuk Freya.. singkatnya naksir. Freya jugaaa… Jadi lah dilematis antara semuanya gitu.

Tak ingin melukai, tapi juga ingin memperjuangkan perasaannya. Wkwkwkwk…..

Dan novel ini disajikan dengan manis oleh Winna. Sebentar… sebelum membahas gaya nulis Winna, saya mau cerita satu hal dari novel ini yang bisa dijadikan pelajaran penting buat kita para wanita.

Jadi di sana, di novel ini ada salah satu tokoh cewek yang menyerahkan segala-galanya buat sang pacar. Sampai hal yang paling berharga buat seorang wanita. Eaaa…. Ujung2nya malah si pacarnya bosan ama tuh cewek. Nah lho… Jadiiiii… Jaga hal yang berharga itu buat yang halal untukmu saja ya adik2. Nyerahin ke pacar, dia bisa bosan tau ga sebelum berlanjut ke jenjang pernikahan. Demikian ceramah singkat kakak… :))))

Dan saya sebel banget jadinya ama tokoh yang bernama Adrian itu… Haloooo… seenaknya aja dia bilang bosan, pengin putus setelah mendapatkan segalanya. Hey Ian, kamu ke laut ajaaa… *emosi*. Maka… cewek2 harus jaga diri dari cowok model gini.

Oke, sekarang soal penulisan di novel ini. Novel ini menggunakan PoV orang pertama dari ke 4 tokohnya bergantian. Ada juga si dari sudut pandang Erick temannya Freya. Dan dengan menggunakan PoV orang pertama ini untuk masing2 tokoh, jadinya feel buat masing2 tokoh itu dapat banget. Suka deh…

Udah deh, segitu aja komen saya tentang soal penulisannya. Ya Ampyuuun Yantiiii… kirain mau nulis panjang lebar. Dah hampir maghrib cyiiin….

Barusan saya nengok repiunya Ibuu… kata Ibu mending epilognya ga usah ada aja. Anakmu sepakat denganmu Bu… Ga suka endingnya :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s