[Wedding] Tanggal Pernikahan, Budget, Tamu dan Tempat

Sebelum menikah, ketika persiapan sudah dilakukan saya lumayan rajin blogwalking ke blog orang-orang yang ngereview tentang pernikahan mereka. Sedikit banyak saya merasa terbantu dengan kehadiran postingan blog-blog itu dan kemudian tercetus ide kalau ntar setelah semuanya selesai, saya juga pengin menuliskannya.

Sekedar berbagi dari apa yang sudah saya alami beberapa bulan yang lalu. Walaupun tentu saja saya bukan ahli dalam bidang ini. Kan cuma sekali mengalaminya. InsyaAllah. Dan semua ini lebih ke persiapan teknis aja ya juga mungkin apa yang saya alami bukan bentuk walimah pernikahan yang ideal di mata orang, toh buat saya sendiri tidak 100% puas. Tapi Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar.

So, apa yang mesti disiapkan?

Pertama, tanggal pernikahan. Tentu saja setelah ada lamaran dan kesepakatan antara kedua belah pihak. Sekarang lagi trend milih tanggal pernikahan di tanggal cantik ya. Eh, ga sekarang juga sih, dari dulu ya. Saya masih ingat waktu tanggal 9-9-99 banyak yang milih tanggal itu sebagai tanggal pernikahan. Sekarang juga banyak sekali yang milih tanggal kembar, masih ingat deh kemarin waktu tanggal 111111 bertabur orang-orang yang menikah di hari itu. Terlebih tanggal itu pas ada di hari Jum’at.

Kalau menurut saya, ada lebih dan kurangnya memilih tanggal cantik itu. Lebihnya ya mudah diingat ya. Di tanggal special yang cuma sekali ada seumur hidup kita menikah. Eh, padahal setiap tanggal juga adanya sekali ya seumur hidup. Gubrak deh :p

Kurangnya karena itu tanggal cantik maka berebutlan orang-orang ingin menggunakan tanggal itu, nah bisa jadi malah ada yang masih sodaraan menikah di tanggal yang sama sehingga keluarga yang datang jadi terbagi. Atau kerabat-kerabat yang diundang jadi puyeng ngebagi waktu untuk hadir di kondangan yang mana jadinya malah ada yang ga didatangin.

Hal ini terjadi juga waktu 101010, saya dan mama beserta beberapa anggota keluarga yang lain ke Surabaya karena ada sepupu yang menggelar ngunduh mantu di sana. Sementara di Barabai beberapa kerabat juga ada yang menikah jadi deh ga bisa datang.

Kalau saya kemarin memilih tanggal yang special buat saya. Hehehe… Ga sengaja milih sih, karena dari beragam pertimbangan akhirnya pernikahan akan dilaksanakan bulan Juni, maka tanggal 29 lah yang dibidik. Pas di cek, pas banget tanggal itu hari Jum’at.

Oya, di kota saya acara walimahan sekarang malah banyak terjadi di hari kerja. Senin, Rabu atau Kamis. Aneh ya? Entah juga kenapa kebiasaan itu jadi membumi di sana. Biasanya sih para pegawai kantoran yang melaksanakan di hari kerja, biar enak gitu teman sejawatnya berangkat sama-sama dari kantor mungkin atau entah apa alasannya. Saya sempat membaca sms protes di sebuah koran tentang hal ini. Katanya bikin waktu kerja jadi terpotong karena mesti ke kondangan.

Karena saya berasal dari keluarga pedagang, sejak awal memang membidik hari Ahad sebagai acara walimahan dan Jum’at sebagai acara pernikahan. Dan ini juga sempat diprotes oleh beberapa keluarga yang menginginkan acara pernikahan dan walimahan digabung saja. Biar bisa menghadiri keduanya langsung tanpa mesti bolak balik. Tapiii… Kita memang tidak bisa memuaskan setiap orang kan?

Setelah tanggal apa lagi? Budget. Hahaha… Iya lah. Dengan budget tentunya kita bakalan bisa ngitung-ngitung gitu berapa jumlah tamu yang mau diundang. Ini menurut saya lho. Dan soal budget ini sesuai dengan kemampuan masing-masing deh ya. Saya sebenarnya pengin pernikahan yang sederhana saja. Ga usah macam-macam, ga usah neko-neko. Yang penting sah dan barakah. Seperti yang dulu pernah saya tuliskan di sini.

Setelah itu jumlah tamu yang akan diundang. Tentu saja hal ini juga bukan urusan kedua mempelai semata, tapi sudah menyangkut keluarga besar. Kalau saya sih kemarin gitu. Tidak hanya orang tua, paman acil juga masing-masing ngundang kerabat mereka yang kebanyakan juga memang kerabat orangtua saya juga sih. hehehe….

Setelahnya yang ditetapkan selanjutnya adalah tempat.

Apakah tempat akad nikah dan walimah ada di tempat yang sama? Atau berbeda? Itu terserah masing-masing ya. Tempat akad nikah juga sekarang banyak yang menggunakan mesjid. Kemarin juga ada yang mengusulkan agar akad nikah saya dilaksanakan di mesjid, tapi berhubung pas tanggal itu adalah tanggal-tanggal tamu bulanan saya tiba, maka opsi akad nikah di Mesjid di delete dan akhirnya dilaksanakan di rumah saja.

Untuk tempat walimah. Itu tergantung kebutuhan dan keadaan juga tentunya dengan memperhatikan jumlah tamu yang diundang. Kalau memang tamu yang diundang banyak ga bisa dong kalau tempatnya sempit. Tempat walimah juga berhubungan dengan budget, kalau budget seadanya kan ga mungkin menentukan tempat walimah di hotel bintang lima. Hehehe….

Saya kemarin tempat walimah di Gedung Murakata, sebuah gedung yang ada di kota kecil kami. Gedungnya sih kecil karena itu untuk tempat makan tamu ada di luar gedung jadi mesti nyewa tenda lagi. Sebenarnya ada Gedung Olahraga dan Gedung Djoeang yang gedungnya lumayan luas dan bisa semuanya dilaksanakan indoor. Acara makan-makannya di dalam gedung gitu. Jadi ga mesti nyewa tenda, cuma nyewa meja dan kursi. Tapi dengan beragam alasan akhirnya Gedung Murakata lah yang dipilih. Dan tentu saja dengan dipilihnya Gedung Murakata ini ada tembahan budget soal tenda lagi yang lumayan memakan biaya. Bahkan pada akhirnya sangat memakan biaya. Hahaha…

Kenapa saya kemarin walimahnya bukan di rumah? Karena rumah saya itu ruko, rumah toko. Ribet banget kalau ngadain acara besar di rumah karena banyaknya barang dagangan di rumah dan ga mau repot ngeberesin macam-macam dan juga beresiko ditutupnya toko beberapa hari dan itu juga berimbas terhadap pendapatan yang masuk. Hehehehe…. Jadinya supaya toko tutupnya ga banyak jadi pilihannya adalah gedung.

Bersambung… InsyaAllah….

14 thoughts on “[Wedding] Tanggal Pernikahan, Budget, Tamu dan Tempat

  1. Hai Yanti🙂
    jaman sekarang kalo mau ngadain acara di nomer cantik sepertinya harus booking dari jauh jauh hari yah🙂

    Tadinya mau ikutan ngucapin selamat nyiapin nikahan…
    tapi baca komen di atas ternyata udah nikah yah…hihihi..

    selamat menikmati pernikahan aja deh yah🙂

    • Hai Bibiiiii…..
      senangnya dapat kunjungan dari mbak Erry. Saya fansnya blog mbak Erry lhoooo…. hihihi…
      Iya betul mbaa, mesti setahun lebih dulu, malah lebih lama lagi juga ada.
      Ahaha… ini pengalaman nyiapin nikahan dulu mbak. Udah berlalu lebih dari 7 bulan. Thanks yaa mbaaaaa…

  2. saya ga make perencanaan*serba kilat* 3hari suami datang ke indonesia,langsung ijab kabul, dlm 1minggu dibuat walimahan, untung punya keluarga besar yg sangat membantu*semua gotong yroyong* dana ga banyak dr suami,alhamdulilah itu juga,semua dimudahkan ada jalannya sendiri,pas dinegara suami, semua pun diurus keluarganya, tinggal duduk manis jadi penganten 2x..kalau flashback ga nyangka aja itu pernikahan terjadi:D:D

    • Alhamdulillah.. masing2 emang punya cerita soal pernikahannya ya mbak. Cerita mbak ini kalau dijadikan buku keren deh mbak… orang2 biasanya tertarik baca cerita pernikahan beda negara gitu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s