Bijak Meminta Buah Tangan

    Masih ingat dengan Khairul Azzam? Tokoh utama dalam novel karya kang Abik yang berjudul Ketika Cinta Bertasbih. Salah satu scene dalam novel itu yang kembali bermain di benak saya adalah saat Azzam mau pulang kampung ke Indonesia. Semoga tidak tertukar dengan cerita di Ayat-ayat Cinta ya.
    Saat itu Azzam menyediakan satu koper khusus yang dia sediakan buat siapa saja yang mau menitipkan barang atau oleh-oleh untuk keluarga atau kerabat di Indonesia. Jatahnya hanya satu koper itu saja. Tak kurang tak lebih. Jika tidak dengan cara itu maka barang yang akan dititipkan bisa membludak, melebihi kuota Azzam buat membawanya. Belum lagi Azzam juga membawa barang-barang miliknya.
    Hal itu juga dilakukan Azzam untuk menghindarkan diri dari rasa tidak enak jika harus menolak barang titipan. Dengan adanya aturan seperti itu, maka jika barang di koper itu sudah penuh, sudah tak bisa lagi Azzam menerima barang titipan. Lebih enak buat ngomong sama yang mau nitipin barang.

    Ide yang sangat cerdas dari seorang Azzam. Entah apakah yang dilakukan Azzam ini sudah menjadi kebiasaan bagi para mahasiswa Indonesia di Mesir sana.
    Saya kepikiran kembali cerita ini karena waktu mudik saya kepayahan dalam mengatur barang bawaan buat kembali ke Kaltim. Berbeda dengan 2 kali mudik yang saya lakukan sebelumnya, di mana saat pulang ada suami yang menemani, mudik kali ini saya pulang dan pergi sendiri. Suami hanya mengantar dan menjemput ke Bandara Sepinggan. Dan sudah ada yang menjemput dan mengantar saya juga ke Bandara Syamsuddin Noor.
    2-3 hari sebelum pulang, saya sudah mengumpulkan barang-barang yang akan saya bawa ke Kaltim. Saya pun juga membeli oleh-oleh khas dari daerah saya atau sesuatu yang susah saya temukan di kaltim. Dan ketika saya memasukkannya ke dalam tas, saya kaget sendiri karena tas saya penuh padahal ada beberapa barang lagi yang belum masuk. Pas coba saya angkat.. Ya Ampyuuun… Berat bener. Akhirnya saya pun kembali sortir isi tas itu, mana yang benar-benar perlu saja yang saya bawa.
    Untuk oleh-oleh juga terpaksa saya kurangi. Hiks. Saya membawanya sendirian, jika dua kali sebelumnya ada suami yang ngangkat barang-barang. Apalagi saya balik menggunakan moda transportasi udara, ada batasan bagasi tentunya. Jadinya oleh-oleh yang awalnya mau beli setengah kg, jadi saya cuma beli seperempat kg aja.
    Apa yang terjadi pada saya ini membuat saya kemudian memikirkan sesuatu. Bahwasanya saya tak boleh lagi merepotkan dan membebani orang-orang dengan menitip oleh-oleh saat mereka bepergian. Karena bisa jadi dan sangat memungkinkan ketika saya berkata “Oleh-olehnya yaaa…” itu merepotkan teman atau kerabat saya, walau saya mengatakannya dengan bercanda tapi kalau dapat oleh-oleh ya diterima juga. hehehe….. Mana pas dikasih oleh-oleh pakai manyun lagi “Iiih… Kok cuma gantungan kunci siiih..” Nyebelin kan kalau saya bilang gitu? Wkwkwk… Udah dikasih oleh-oleh, pakai protes lagi. Padahal satu gantungan kunci juga butuh tempat di dalam barang bawaan kerabat kita itu.
    *Tulisan ini ada untuk mengingatkan diri saya sendiri yang sangat mungkin terlupa dengan beragam pengalaman yang ada. *

2 thoughts on “Bijak Meminta Buah Tangan

  1. Hampir sm dgn tulisan mb tin duluSy berpendapat sama yan, org dlm perjalanan jauh sudah capek. Kedatangannya sj udah berharga sbg penyambung silaturahim.Sy jg pernah mengalami hal sm kyk yanti, pernah over bagasi smp 600rb. Soalnya krg perhitungan antara bagasi internasional n domestik. Klo sambung garuda dpt extra 10kg. Pas apes ketinggalan garuda pke domestik lain :(Skrg Klo bepergian sy berusaha membawakan sstu sesuai kemapuan. Tp sebaliknya klo ada yg bepergian sy tdk mau (smg sy tdk lupa) minta oleh2. Biaya perjalanan jauh jg blm tentu murah n tdk smua perjalanan untuk senang2.:D

  2. ynt kemarin jatah bagasinya 15 kg mbak. Dan bagasi ynt 18 kg. Hahahaha… Tapi nyiapin 2 tas sih. Jadi kalau lebih tas satunya ga usah masuk bagasi, ynt gotong ke kabin. Eh ternyata kata petugasnya "Cincay lah mbak. Masukin aja keduanya." Ga ada tambahan biaya. Asyiiik… Gara2 itu batal ngomel walau delay 1 jam. wkwkwkwk……iya mbak. Moga ynt juga mengingat hal itu buat ga minta oleh2😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s