Pagi bersama Dian Sastro

Pagi tadi saya blogwalking ke salah satu ‘rumah maya’ seseorang yang sebenarnya rajin saya kunjungi. Tapi si empu rumah jaraaang sekali posting tulisan terbaru. Bayangkan saja, dia ngepost satu tulisan Mei lalu dan kemudian blog dia sepi sekali. Dia baru post satu postingan baru minggu-minggu ini. Dan di postingan itu dia bercerita tentang Dian Sastro di acara Hitam Putih.

Daaannn…. Saya penasaran. Bergegas ke youtube dan menonton rekamannya. Daan… kelihatan sekali ya bagaimana smartnya si cinta itu. Saya suka gaya bicaranya yang cinta banget. Hahaha… Ga berubah gitu deh dari film AADC yang kini bisa saya putar setiap saat😉 *thanks for my hubby*

Ada beberapa bagian dari rekaman yang saya saksikan di youtube. Bagian pertama Dian Sastro bercerita tentang awal dia terjun ke dunia model. Ternyataaaa… dia melakukannya karena uang dan itu sudah direncanakannya sejak usia 10 tahun.

Ketika berumur 10 tahun, dia pengin mengumpulkan uang buat sekolah ke Luar Negeri. Dan dia sadar dia tidak bisa mengandalkan ibunya untuk itu. Jadi dia harus mengumpulkan uang sendiri, cara yang dia pikirkan jadi Gadis Sampul. Berdasarkan riset, dia tahu Gadis Sampul ajang model yang paling bagus dan paling membuka kesempatan buat mendapatkan pekerjaan-pekerjaan baik iklan, dll.

Dan dari usia 10 tahun, dia menyusun langkah-langkah buat menjadi pemenang Gadis Sampul itu. Dia tahu dia punya waktu 4 tahun buat mempersiapkannya, karena berdasarkan riset para pemenang Gadis Sampul kebanyakan ada di usia 14 tahun. Dan akhirnya dia menang.

Dian juga menyebutkan salah satu cara yang bikin dia happy dan bersyukur, dia selalu bikin 10 hal yang bikin dia happy hari itu. Dan cara dia mengucapkan “saya Alhamdulillah banget saya jadi istrinya si Indra” itu keren banget. wakakaaka…. Ada cinta di matamu gitu loh…

Hal yang bisa saya ‘petik’ dari nonton rekaman itu… bukan cara-cara buat jadi model lah. Tapi bagaimana kita bisa mencapai sebuah tujuan itu memang perlu perencanaan yang oke, langkah-langkah yang jelas buat menuju ke arah sana.

Bukan serba dadakan, misal ketemu pengumuman lomba apa gitu trus kelabakan pengin daftar. Tapi persiapkan dari jauh-jauh hari. Membidik apa yang ingin kita capai, kapan kita ingin mencapainya dan mulai melakukan langkah-langkah pasti untuk mencapai tujuan itu.

Eh, ini bukan soal lomba2an aja sih… Tapi juga untuk hal lain dalam hidup. Misalkan saya pengin banget naik Haji sebelum usia 40 tahun bareng suami, maka langkah-langkah apa yang bisa memungkinkan hal itu mewujud menjadi nyata harus dijajaki dan ditempuh dari sekarang.

11 thoughts on “Pagi bersama Dian Sastro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s