Bertandang ke Rumah Raditya Dika

Tadi malam saya bertandang ke rumah Raditya Dika, tentu saja yang saya maksud adalah rumah maya dia alias blog. Hehehehe.. Dan saya menemukan banyak hal di sana, banyak hal yang saya pelajari dan ada bagian-bagian dari tulisan itu yang harus saya bilang WOW!

Saya pribadi sebenarnya menyimpan harapan kepada sosok-sosok seperti Raditya Dika, Arief Muhammad alias poconggg dan anak muda lainnya yang pengaruhnya lumayan gitu di dunia maya. Mereka yang followernya banyaknya minta ampun dan sekali ngetwit di RT ratusan followernya.

Harapan kalau mereka bisa memberikan teladan, hal-hal yang baik dan berguna hingga bisa membawa para generasi penerus bangsa ke arah yang lebih baik. Jyaaah… bahasanya mulai ribet nih :p

Oke, ada beberapa tulisan Raditya Dika yang memberikan kesan banget di hati saya, diarsipkan di sini supaya saya bisa lebih mudah mencarinya🙂

Pertama, tulisannya yang berjudul Tiga Elemen Penulisan Kreatif dalam Blog , membaca postingan itu bikin saya jadi tau kalau Radit emang ga sembarangan dalam ngeblog ya, pantas aja blognya enak dibaca. Ga kayak blog saya yang seenak gue mau nulis apa. Sering ga pakai editan dan apa kalimat pertama juga jarang dipikirin serius.

Saya sih penginnya nulis aja apa yang ada di pikiran. Dan mungkin karena motivasi saya dalam ngeblog hanya untuk kepuasaan pribadi aja, untuk menarik perhatian pembaca itu nomor yang ke sekian alias ga penting2 banget. Tapi saya tetap menyimpan tips dari Radit itu dan pengin membenahi cara saya ngeblog. Wekekeke…. Soalna ngiri dengan blognya radit yang krenyes2 saat dibaca. Enak😀

Kedua, tipsnya Radit tentang mengedit, ini tips yang keren banget dengan bahasa yang santai. Tips ini dulu pernah saya share di MP dan FB🙂

Ketiga, tulisan Radit ketika dia kehilangan salah satu teman baiknya. Tulisan yang berjudul After the Funeral itu bikin saya merenung juga.

Suka juga dengan tulisannya yang berjudul Rasa Selai Kacang Itu dan Pada Sebuah Malam

Saya bacanya cepat2 tadi malam, mungkin di lain waktu saya bisa mampir lagi ke rumahnya Raditya Dika dan menemukan ‘harta’ yang tersimpan di sana🙂

13 thoughts on “Bertandang ke Rumah Raditya Dika

  1. Sinta says:

    Dulu Radit gak “serapi” sekarang kalau nulis, mungkin karena pernah ‘pegang’ penerbitan dan aktif di comics action jadi sekarang tulisannya mulai memperhatikan kaidah kepenulisan😀

    tapi salut buat Radit !

    • yantist says:

      iya bener banget mbak, tadi malam saya menelusuri postingannya sampai tahun 2008 (di kategori lagi benar sama menjadi penulis), kelihatan sekali perkembangan tulisannya dari waktu ke waktu.

      Memang semua perlu proses hingga sampai pada titik di mana orang bisa bilang WOW. hehehe….

  2. heheh tulısan saya ngblog kdg suka pengen kayak sı A. B. C tapı balık lagı ke ‘asal’ lebıh nyaman..kapan2 emang butuh belajar nulıs yg ‘bener’ walo ısınya cm jurnal doang..tp tetap make ‘dırı sendırı’ bıar tetap ‘berjıwa’ kl buat saya:D

    • yantist says:

      Iya samaaaa… Saya juga suka pengin nulis kayak orang2 yang tulisannya bagus, suka ngiri mereka tertata gitu nulisnya dan enak dibaca, ada pesan moralnya lagi😀

      Tapi tetap tidak menghilangkan ciri khas kita ya. Tips2 ngeblog dari radit itu boleh juga, pengin saya coba😀

    • Iyaaa… sy termasuk orang yang seneng bener blogwalking. Dan perkembangan tulisan seseorang dari tahun ke tahun biasanya emang lebih rapi. Proses dari menulis terus menerus memang begitu sepertinya ya😀

  3. wah, keren ilmunya. tp mg masih belajar ke arah sana. nggak bisa instant lgsg jadi.harus makin banyak nulis, nanti bisa keliatan perkembangan tulisan kita dari hari ke hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s