Hujan Yang Kesekian Kerap

Mencintai air harus menjadi ricik…

Sampai-sampai hujan yang kesekian kerap juga menemani perjalanan cinta kita.

Hujan di langit itu.

Hujan di matamu.

(Puisi Sapardi Joko Damono, ‘Sajak Kecil Tentang Cinta’)

***

Puisi itu saya temukan di buku Tahta Mahemeru-nya Azzura Dayana yang tengah saya baca. Dan OMG…. Lagi-lagi saya suka dan naksir abis dengan puisinya SJD . Dulu sy suka mencintaimu dengan sederhana, trus Hujan di Bulan Juni.

Walau sebenarnya ya, saya tidak terlalu ngeh apa maksud puisinya itu , tapi rasanya indah saja ketika membacanya .

kalimat ‘hujan yang kesekian kerap’ itu sungguh.. hadoh apa ya istilahnya, sampai bingung bagaimana melukiskan dengan kata-kata bahwa saya suka rangkaian kata-kata itu.

16 thoughts on “Hujan Yang Kesekian Kerap

  1. Kedatangan syair-syair ditengah kita, kadang memang mampu menawan hati ketika membacanya. meskipun kadang kita juga tak mengerti, namun kehadiranya selalu memberikan kenikmatan tersendiri bagi penikmatnya, apalagi itu di tulis oleh seorang mbah Sapardi..😀

    Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s