Cahaya di Atas Cahaya (Oki Setiana Dewi)

Baru saja menyelesaikan membaca bukunya Oki Setiana Dewi, Cahaya di Atas Cahaya.

Cahaya di Atas Cahaya adalah buku ke 3 nya Oki, dan saya belum membaca buku pertama dan keduanya. Saya jadi tertarik dengan buku ini karena rekomendasi dari seorang kakak, yang menyebutkan kalau buku ini bercerita sewaktu Oki ada di Mekkah. Wuiiiih… saya langsung deh ngiler, pertama karena cerita tentang pengalaman orang di Tanah Suci selalu membuat saya tertarik dan kedua, karena waktu di Mekkah saya pernah ketemu dan foto bareng sama Oki. Wkwkwkwk…. Siapa tahu cerita tentang fansnya yang norak-norak bergembira ngajak foto sampai dua kali di museum Mekkah ada nempel di bukunya sana. xixixixixii…..

Jika di review sebelumnya saya menuliskan kalau setiap pernikahan mempunyai tantangannya masing-masing, maka ketika awal-awal membaca buku ini sejenislah, saya pengin bilang kalau mereka yang ingin berangkat ke Tanah Suci punya tantangan sendiri-sendiri. Ada ajaaaa hal-hal di luar dugaan yang datang menjelang keberangkatan. Seperti cerita Oki di buku ini. Mikirin dana lah, visa belum keluar lah, masalah mahram lah. Tapi insyaAllah adaaaa aja jalan buat menyelesaikan apa-apa yang di luar dugaan tersebut. Yang penting tetap Semangats😉

Membaca buku ini sungguh membuat saya diselubungi malu dan iri pada semangat belajar dan ibadah Oki yang begitu menggebu-gebu Yup, Oki ke Mekkah ternyata bukan hanya ‘sekedar’ umrah, tapi dengan niat belajar. Belajar private dengan salah seorang muslimah antara maghrib dan isya di Masjidil Haram, menyetorkan hafalan Al-Qur’annya dan juga mempertajam penguasaan Bahasa Arabnya. Selain itu Oki juga belajar dari siapa saja yang ditemuinya buat mempertajam kemampuannya berbahasa Arabnya itu. Duh, saya jadi tepok jidat sendiri… kenapa ga kepikiran ya? Kalau di Mekkah adalah tempat belajar bahasa Arab yang paling yahud. Bisa praktek langsung gitu loh. Saya udah ga pedean aja prakteknya. Huhuhu……

*mulai ga konsen nulis reviewnya karena sembari ikutan lelang buku* :p

Intinya sih… Saya salut sekali pada semangatnya Oki buat menambah ilmu, belajar bahasa arab juga menghafal Al-Qur’an. Semoga tertular semangatnya Oki ini…. Aamiin…

Jadi membaca buku ini bisa membuat kita terinspirasi akan semangatnya Oki itu, karena penjelasan Oki juga disertai dengan dalil-dalil yang kuat tentang betapa pentingnya belajar, menguasai bahasa arab dan juga menghafal Al-Qur’an. (bahasanya garing banget. Gemetaran abis menang lelang nih :p)

Membaca buku ini juga membuat kerinduan saya pada tanah suci jadi meledak-ledak. Dan berharap Allah kembali mengundang saya, dan saat itu tiba saya bisa ke sana bareng suami (Harapan yang sama dengan Oki nih ;)) dan bisa juga mendaki jabal Nur seperti yang dilakukan Oki. Aamiin….

Lewat buku ini saya juga bersepakat sekali dengan pendapat Oki tentang memanfaatkan waktu di saat muda untuk umrah dan Haji. Prioritaskan ke Mekkah sebelum ke negera lain lah…

Ritual umrah (Thawaf, shalat 2 rakaat di belakang makam Nabi Ibrahim, sa’i dan tahallul) tanpa istirahat, membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam. Di sanalah semua kekuatan tubuh yang ada dikerahkan. Oleh karena itu, semakin muda umur kita, semakin baik dan mudah pelaksanaannya.

Maka bagi para muda mudi, sebelum bermimpi untuk bepergian ke luar negeri, Mekkah lah yang seharusnya menjadi prioritas pertama.

Jangan khawatir akan berkurangnya harta. Umrah dan Haji tidak akan membuat kita miskin. Justru akan menghilangkan kefakiran, menghapus dosa.

Rasulullah bersabda : “Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur, kecuali surga (HR. Al-Nasa’i, Al-Tarmidzi dan Ahmad)

Selain Ritual Umrah tersebut, ritual saat puncak ibadah Haji (Wukuf, Mabit di Muzdalifah, Melontar Jumrah, Tawaf, Sa’I, Mabit di Mina) juga butuh stamina yang prima dalam melaksanakannya.

Semoga kita semua dimudahkan berHaji dan berumrah di waktu muda yaaa. Aamiiin….. Undang kami ya Allah…

2 thoughts on “Cahaya di Atas Cahaya (Oki Setiana Dewi)

  1. Assalamu’alaikum Yanti,

    Keren reviewnya… Alhamdulillah kalo bukunya Oki Setiana Dewi “Cahaya di Atas Cahaya” bisa memberikan inspirasi dan semangat buat Yanti…

    Dan melalui review ini, semoga juga semakin banyak yang tertarik untuk membeli dan membaca buku “Cahaya di Atas Cahaya” agar juga mendapatkan inspirasi dan semangat yang sama dengan Yanti🙂

    Jangan lupa baca juga buku ke-1 “Melukis Pelangi | Catatan Hati Oki Setiana Dewi” dan buku ke-2 “Sejuta Pelangi | Pernik Cinta Oki Setiana Dewi”… InsyaAllah juga akan banyak memberikan banyak inspirasi dan manfaat🙂

    Terima Kasih, sampai berjumpa lagi di Baitullah… Aamiin Yaa Rabb…

    Wassalam

    • Waalaikumsalam wr wb..
      Terima kasih sudah memberi komen, iya, saya sangat ingin membaca buku pertama dan keduanya Oki.
      Buku pertama sudah dibeli tapi hilang sebelum saya sempat membacanya. Belum rezeki🙂
      Semoga ada rezeki buat membacanya.

      Aamiin… Semoga kembali mendapat undangan dariNya ke Tanah Suci🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s