[After Wedding] Gagal Pindah

Suara ketukan terdengar di pintu rumah kontrakan kami, saya membukanya dan ternyata kakak sepupunya suami. Waktu itu baru sehari kami menempati rumah kontrakan itu.

“Rumah di ujung kosong, baru ditinggal yang menghuni malam tadi. Pindah ke sana aja. Lebih enak,” jelas kakak ipar begitu pintu terbuka.

“Lebih nyaman ya ka?” tanya saya.

“Iya, lebih gede. Ga pengap, banyak jendelanya. Beny juga lebih enak naikin motornya, tinggal naik, bisa naruh di belakang rumah,” beliau menjelaskan. Saya mengangguk-ngangguk menanggapinya. Kemarin suami memang kesulitan masukin motor ke rumah, karena rumah kami bentuknya menaik gitu dan tidak ada alat bantu apa pun. Tidak seperti rumah tetangga yang sudah ada beton buat jalan motor masuk.

“Ayo dilihat dulu,” kakak sepupu mengajak saya. Saya pun mengiringi langkah beliau menuju rumah yang hanya berselang satu rumah dengan rumah yang saya tempati.

Rumah yang di ujung ini memang terlihat lebih luas, dan memang lebih layak di sebut rumah ketimbang rumah kami. FYI, rumah yang kami tempati agak aneh, begitu masuk bukannya ruang tamu tapi malah dapur, di samping ruang dapur baru ada ruangan lagi. Seperti ruang tamu. Tapi pintu yang ada di wilayah dapur itu yang bikin aneh. Info yang didapat karena rumah itu dulunya bagian dari rumah pemilik kontrakan itu yang ada di depan. Tapi kemudian dijadikannya rumah kontrakan dengan mematikan pintu yang menjadi penghubung antara rumah utama dengan rumah kontrakan.
Sementara rumah yang di ujung ini bentuknya ya layaknya rumah. Begitu masuk ada ruangan yang bisa berfungsi sebagai ruang tamu, trus ada kamar dan dapur di bagian dalamnya. Ada jendela juga yang ada di kamar, tidak seperti rumah yang kami tempati, tidak ada jendela dan karena itulah dia memberikan fasilitas AC di dalamnya.

Saya juga melihat kamar mandi yang terasa lebih luas, dapur juga lebih luas juga ada bagian belakang rumah yang bisa dijadikan tempat jemuran. Di rumah yang kami tempati, sy menjemur pakaian di depan rumah. Karena tidak ada bagian belakang rumah ini.

“Gimana Ti? Pindah aja sudah. Enakan di sini,” ujar kakak sepupu.

“Tanya ka Beny dulu ya ka,” jawab saya. Seraya mengingatkan diri sendiri kalau sekarang saya tak bisa mengambil keputusan sendiri, ada seseorang yang menjadi imam saya.

“Ah, Beny pasti setuju aja,” jawab kakak sepupu.

Dan ketika saya tanyakan ke suami, beliau bilang terserah saya aja dan akhirnya saya putuskan buat pindah. Dan kemudian mulailah proses bersih2 rumah tersebut.

Dan ketika membersihkan ini lah saya menemukan fakta2 lain yang sebelumnya tidak terlihat (tidak terperhatikan)  saat saya mengontrol rumah ini. Pertama, banyak coretan di dinding sehingga terlihat kotor. Sepertinya sebelumnya rumah ini didiami oleh mereka yang punya anak kecil. Sehingga dinding penuh coretan khas anak kecil.

Kedua, saya melihat ada colokan yang ada gosongnya gitu. Sepertinya pernah konslet atau terbakar dan kemudian ada colokan listrik pengganti dengan kabel yang sangat kecil. Waktu hal itu dilihat suami saya beliau bilang mengkhawatirkan banget listriknya.

Dan ketiga… sewaktu saya membersihkan kamar mandi saya diserang oleh serombongan semut. Semut pun banyak keluar dari sela-sela ubin kamar mandi. Kyaaa… ternyata di sana banyak sarang semut. Dan setelah bak mandi diisi ternyataaaaa… bak mandinya bocor. Huhuhu… dan itu menjadi masalah besar buat saya. Bocornya parah lagi. Baru beberapa saat diisi udah kosong lebih dari setengah bak mandi.

Dengan berbagai pertimbangan dan alasan… Akhirnya kami putuskan ga jadi pindah dan tetap di rumah yang kami tempati awal. Rumah ini dindingnya ga ada coretan dan ubinnya pun masih terlihat rapi dan bersih ga seperti di rumah sebelumnya yang banyak pecah2nya.

Kata tetangga saya karena rumah yang saya tempati sekarang jarang ada yang ngontrak karena mungkin bentuknya yang tak awam itu. Kalau kata kakak sepupu, rumah ini seringnya yang ngontrak adalah pengantin baru. Ow pantesan… karena rumah ini lebih tertutup sehingga memungkinkan privacy kita lebih terjaga. Hehehehe…..

2 thoughts on “[After Wedding] Gagal Pindah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s