[Pesona Handil] Pasar Malam dan Mie Ayam

“Mau ke pasar malam Bu?” Sapa tetangga sembari melempar senyum ketika saya bersiap menaiki motor suami. Saya membalas senyum beliau dan menjawab tidak ke pasar malam (karena hari itu masih sore :p) tapi mau pergi karena ada keperluan gitu deh.

Sabtu sore kemarin saya dan suami kembali hunting barang-barang untuk mengisi rumah baru kami.

Ketika berada di toko tempat menjual barang yang kami butuhkan dan telah terjadi kesepakatan antara kami dan penjual dan pihak penjual bersedia mengantar barang-barang yang kami beli ke rumah tapi ntar malam aja diantarnya, si penjual pun sontak berkata, “Ntar malam ga ke pasar malam kan? Kali aja pas kami ngantar orangnya ga ada.”

Ba’da maghrib, saat kami dipanggil ke rumah kakak sepupu karena ada keluarga dari Samarinda yang datang (maklum pengantin baru banyak yang mau kenalan. Hehehe…) keluarga di sana juga nanya ke suami “Ga ke pasar malam Ben?”

Sebelumnya, suami juga beberapa kali bilang “ntar kita beli di pasar malam aja.”

Dan karena itulah saya pun berpenasaran ria.. Apa siiih pasar malam di Handil ini?

Setelah menunaikan shalat isya, suami mengajak saya ke Pasar Malam yang serasa heboh banget kedengarannya. Jalanan malam itu memang terlihat lebih ramai dari biasanya. Warung-warung makan sepanjang jalan pun terlihat banyak pengunjung. Maklum malam minggu kali yaa.. dan ya itu.. ada pasar malam juga.

Jadi bagaimana kah pasar malam itu? Ya biasa aja teman-teman.. Pasar malam adalah pasar yang ada di malam hari. Ruas jalan yang biasanya sepi dan sebuah lapangan yang luas tiba-tiba berjejal dengan orang-orang berjualan dan mereka yang ingin membeli ini itu atau sekedar melihat-lihat saja. Kata suami, puncak keramaiannya adalah bada maghrib, penuh banget. Kami berangkat ke sana terlalu malam jadi deh udah rada sepi. Pasar malam ini hanya ada tiap sabtu malam.

Di tengah kami menyusuri pasar malam itu, kami bertemu dengan sepupu dan ponakannya yang suami yang langsung heboh menggoda suami

“Naaah… Beny ketahuan…” Saya pun dibuat berkerut-kerut kening karenanya. Bingung apa maksudnya ketahuan? Bukankah pernikahan kami sudah diumumkan ke khalayak ramai? hehehe…

Tak berapa lama sebuah sapaan kembali terdengar, “Waaah… ada pengantin baru.” Suami langsung menoleh ternyata yang menyapa adalah teman kerja suami. Hehehe… bukan kenalan saya. Ya iya lah, sy kan asing banget di Handil ini :p

“Akhirnya Beny ke Pasar Malam juga. Biasanya cuma di mess aja. Mana mau diajak ke Pasar Malam,” teman suami itu kembali berseloroh yang hanya dijawab dengan senyuman sama suami. Tapi saya pun penasaran dan bertanya ke suami,

“Emang ga pernah ke Pasar Malam ya ka?”

“Pernah sih. Dah lama. Itu juga diajakin teman-teman,” jawabnya singkat.

Di Pasar Malam kami pun kembali berburu barang-barang kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan pribadi juga, tak lupa membeli Kurma buat persiapan Ramadhan🙂

Pulang dari Pasar Malam, suami mengajak sy makan mie ayam. Ow ow.. Bukan mengajak temans, tapi saya yang nagih karena penasaran dengan cerita suami yang bilang kalau mie ayamnya enak. Mie ayam ini ada di Handil 7, melewati rumah kami. Tapi kami langsung cap cus aja deh ke TKP ga pakai mampir buat naruh barang belanjaan.

Bagaimana dengan mie ayamnya? Wow… Maknyuuuus banget deh pemirsah. Lebih enak dari mie ayam langganan saya di Barabai dulu dan sekarang pindah ke Kandangan. Saya pun menghabiskan semangkok penuh mie ayam itu walau baru aja melahap seporsi gado-gado di rumah kakak sepupu. Saya sepertinya bakal nagih lagi buat diajak makan mie ayam itu. Hehehe….

2 thoughts on “[Pesona Handil] Pasar Malam dan Mie Ayam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s