Menempuh Hidup Baru

Handil. Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur di sinilah kini tempatku berada selepas menikah. Tentu saja alasan utamanya karena ikut suami terdjintah😀

Handil adalah sebuah kota kecamatan yang jaraknya dari Balikpapan kurleb 90 km dan kira-kira ya butuh waktu 2 jam perjalanan gitu. Selasa sore minggu kemarin sy dan suami meninggalkan Balikpapan, menuju Handil karena hari rabunya suami udah masuk kerja setelah cuti panjang untuk menikah🙂

Perjalanan ke Handil kami tempuh dengan naik motor. Owow.. itu adalah perjalanan terjauh sy naik motor🙂 Sebelumnya saya cuman pernah naik motor terjauh dari Banjarbaru ke Banjarmasin begitu juga sebaliknya. Kurleb 40 km deh jaraknya.

Perjalanan pertama ke Handil ternyata memakan waktu kurleb 3 jam karena berbagai alasan. Pertama, karena kami membawa barang yang cukup banyak. Sy bilang ke suami, “seperti orang yang mau pindahan aja barang yang kita bawa segini banyaknya.”

Dan dijawab beliau “Lah, emang mau pindah kan?” Hihihihi….

Kedua, karena di tengah perjalanan kami juga mampir shalat maghrib di mesjid. Dan shalatnya gantian jadi deh lama.

Sepanjang perjalanan, entah berapa kali sy bertanya pada suami pertanyaan ” “Masih jauh ga ka?”, “Berapa km lagi?” hehehe… Mungkin karena belum terbiasa menempuh perjalanan sejauh itu naik motor plus barang bawaan yang buanyak🙂

Tapi sepanjang perjalanan itu sy juga disuguhkan pemandangan yang Subhanallah.. kereeeen… juga disuguhkan sebuah realita betapa suami sangat menjaga saya :p

Malam pertama di Handil, kami menginap di tempat kakak sepupu suami. Dan dari beliau juga lah kami mendapatkan info tentang sebuah rumah kontrakan tak jauh dari rumah beliau. Pagi-pagi sy pun diajak kakak sepupu buat melihat rumah itu. Sendiri. Karena suami sudah pergi bekerja. Dan beliau menyerahkan keputusan diambil tidaknya rumah itu pada saya sepenuhnya. Dan singkat cerita rumah itu kami ambil. Dan tradaaaa… resmilah kami menjadi kontraktor. hehehee……

Sejauh ini rumah ini memang membuat sy merasa nyaman, walau masih ada beberapa kekurangan. Yang utama krn sy merasa letak rumah ini terlalu jauh dengan kantor suami. Kurleb 4 km. Dan ketika hal itu sy sampaikan pada sahabat sy, dia langsung nyelutuk “Yantiii… 4 km itu dekat lho.” Hehehe… Saya yang terbiasa tinggal di kota kecil seperti Barabai merasa 4 km itu jauh😀

Seperti halnya penghuni rumah baru, pelan2 kami pun mulai mengisi rumah ini dengan barang-barang yang dibutuhkan. Jadinya berkali-kali bolak balik ke pasar dan pulang dengan barang belanjaan yang seabrek-abrek. Alhamdulillah… sekarang sudah mulai komplit, walaupun yaaa… tidak sekomplit rumah yang ada di Barabai. Namanya juga memulai hidup baru🙂

Dalam hal belanja2 ini sy dan suami ternyata punya kebiasaan yang beda. Sy terkesan belanjanya iritt dan kalau bisa barangnya dibeli nanti dan ga urgent2 banget ya nanti aja. Sementara suami malah sebaliknya, dia punya prinsip jika bakalan dibeli juga, cepat atau lambat kenapa ga dibeli sekarang, kalau uangnya memang ada. Hehehe…

Hari ini adalah hari ke 18 pernikahan kami, sy merasa kehidupan sy sudah mulai berangsur normal. Setidaknya suami sudah bisa masuk kerja tepat waktu ga telat lagi karena istrinya minta antar ke sana ke mari dan saya bisa ngeblog lagi :p

Selamat Menempuh Hidup Baru Yanti… ^^

4 thoughts on “Menempuh Hidup Baru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s