‘Penjual’ Wadai Pukis Dadakan

Resep Bahan Kue Pukis :

  • 1 bungkus ragi instan
  • 4 sendok makan air hangat
  • 150 gram tepung terigu
  • 100 gram gula pasir
  • 150 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa
  • 2 butir telur ayam
  • 1 butir kuning telur
  • margarin untuk olesan

Cara Membuat Kue Pukis :

  1. Larutkan ragi dengan air hangat, sisihkan.
  2. Kocok gula dan telur sampai kental dan naik. Masukkan tepung, aduk rata, masukkan cairan ragi.
  3. Tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil dipukul-pukul hingga santan habis dan tercampur rata. Tutup dengan serbet dapur/plastik, letakkan di tempat hangat atau jemur di tempat panas sampai adonan mengembang.
  4. Panaskan cetakan pukis, oleskan margarin, tuangkan adonan ke dalam cetakan, tutup.
  5. Cetakan yang cukup panas akan mendesis. Masak sampai kurang lebih 5-6 menit.
  6. Bisa ditaburkan keju parut kasar atau kismis.

Selamat mencoba

Sumber : http://inforesep.com/resep-kue-pukis.html

Resep di atas belum saya coba. hehehe… Jadi mau cerita tentang 2 foto di bawah ini, di mana saya jadi ‘penjual’ pukis dadakan. Owowow….

Ahad minggu kemarin, sy dan mama ke walimahan seorang kerabat, di mana karena kerabat lumayan dekat kami ga enak kalau abis makan langsung cap cus pulang duluan. Jadiii… duduk-duduk dulu deh sembari menikmati kudapan-kudapan yang disediakan.

Kemudian, di meja kecil di depan saya, seseorang yang saya kenal gitu, masih kerabat juga soalna, menaruh wadah-wadah gitu deh. Saya yang melihat sekilas mengira itu es krim. Walau cuaca mendung dan dingin tapi sy udah ngiler aja tuh ngelihat es krim.

Eh, ternyata bukan pemirsah.. Itu bukan es krim, melainkan adonan pukis. Hahahaha… jauh bener ya adonan pukis disangka es krim. Dan begitulah.. kemudian di sekitar kami sibuk menyiapkan tempat dan alat buat masak tuh pukis.

Karena saya orangnya kan rajin pemirsa (harap jangan percaya bagian ini) jadinya sy juga pengin bantu-bantu buat masak tuh pukis biar bisa dinikmati tamu undangan. Dan begitulah.. akhirnya saya beserta mama mengambil alih proses pemasakan pukis tersebut. Dan pukis hasil masakan saya itu selalu sukses diserbu sama tamu-tamu yang datang.

Ya iya lah.. soalna ada wadai panas-panas dengan cuaca dingin gitu. Pas banget kan :p

Di tengah saya yang ‘jualan’ pukis itu, fotografer pengantin tiba-tiba datang mengabadikan momen saya, mama dan satu orang acil yang lain sedang masak pukis. Acil itu udah bilang “Jangan dipotret! Jangan dipotret!” Yang justru berkebalikan dengan saya yang pasang aksi dan malah minta fotokan dengan BB biar bisa dipajang jadi DP BB. Hihihihi…..

Nah, waktu saya pajang jadi DP BB seorang teman bertanya,

teman : “Siapa yang fotokan itu Yan?”

saya : “Fotografer Pengantinnya. Bagus ya? emang beda ya kalau yang profesional dengan amatiran.”

teman : “Oh, kok udah dapat file fotonya. Cepat banget.”

saya : “Eh, itu fotonya pakai BB sendiri kok.”

teman : “Mungkin karena di luar jadi terang ya.”

Haiyaaaa… si teman betul. Fotonya seperti bukan diambil dari BB saya yang kameranya kabur itu. Entah karena emang diambil di luar ruangan jadi terang atau karena yang motret profesional jadi fotonya cakep gitu atau bisa juga perpaduan keduanya.

Mana fotonya sih? noooh… di bawah :p

Aksiku menuang adonan dalam cetakan ^^

Oleskan mentega sebelum adonan dituang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s