Rencana Allah Lebih Indah

“Assalamualaikum. Mohon doa, bayi ***** wafat dalam perut, jam 8 ini operasi buat mengeluarkan bayinya.”


Sms itu saya terima di pagi buta beberapa hari yang lalu yang sontak membuat saya tercenung dan kesedihan yang serta merta menyusup dengan cepat. Saya pun teringat kembali saat si adik memberitahu dengan riang gembira kalau dia sedang hamil, teringat lagi sebelum kabar kehamilannya itu dia juga mengabarkan tentang telatnya tamu bulanan datang tapi belum tahu apa dirinya hamil atau tidak. Yah, hubungan saya dengan si adik itu kembali membaik setelah beberapa waktu belakangan sempat memburuk karena keegoisan kami mengkambinghitamkan satu sama lain oleh sesuatu yang sudah lama terjadi. 



Saya pun membalas sms itu seadanya. Tak ingin bertanya ada apa, tak ingin bertanya kenapa. Teringat juga dengan tiba-tiba twit yang saya baca beberapa waktu yang lalu, “Di balik pertanyaan kenapa ada Kepo di dalamnya.” Huhuhuhu…..


2 hari setelahnya saya tak bisa menahan keingintahuan saya tentang kabar si adik. Saya layangkan sebuah sms, sekedar bertanya apa kabar dan bagaimana kondisinya pasca operasi. Si adik membalasnya dengan panjang lebar dan sebagian tidak sampai ke hape saya. Huhuhu… entah kenapa sms-an dengan si adik ini kerap sekali terpotong-potong padahal inbox sms sudah saya kosongkan sebagian besar. Saya pun berpendapat kalau BB memang tidak ramah buat sms-an krn seringnya sms yang panjang terpotong-potong.


Kabar dari adik yang saya terima kalau dia tidak mengalami keguguran, tapi janin tidak berkembang karena gagal membentuk rangka dan juga gagal dalam pembelahan sel. Semua itu karena factor genetic. Saya tak bertanya lebih lanjut tentang gagalnya perkembangan janin itu, karena khawatir justru bikin sedih. Saya hanya bertanya pada mbah google, tapi tak mendapat jawaban yang memuaskan saya. 


Beberapa saat kemudian saya menjelajah FB lewat layar BB saya dan menemukan sebuah hadist, yang kemudian saya kirimkan pada adik itu :


”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya”. (HR. Muslim)



Semoga Allah menguatkan si adik dan suaminya, juga memberikan ganti yang lebih baik. Aamiin…


Cerita kedua, sabtu kemarin saya dan mama menuju Rumah Sakit, tentu saja bukan tanpa tujuan kami ke sana. Tujuan kami menjenguk mertua sepupu saya yang juga teman baik mama saya. Saya mengenal beliau sebagai orang yang sangat ramah, terakhir bertemu sebelum di RS ini jelang keberangkatan saya ke Tanah Suci 3 bulan yang lalu. Beliau sempat memeluk saya waktu itu. Beliau di rawat di RS untuk ke sekian kali. Dalam 3 bulan terakhir beliau memang beberapa kali masuk RS karena penyakit gula darah yang tinggi.


Saat kami ke RS, beliau dirawat di ruang ICU. Lewat puteri beliau, kami tahu kalau beliau kembali dirawat karena gula darah yang sebelumnya tinggi menurun drastis di bawah normal. Begitupun dengan tekanan darah beliau yang menjadi rendah sekali. Saya melihat kondisi beliau sudah kritis, tapi ada optimis yang jelas sekali terpancar dari puteri beliau yang menjaga saat itu.


“Kalau gula darah dan tekanan darahnya sudah normal, mama akan segera bisa pulang lagi ke rumah,” puteri beliau bercerita. 


Senin kemarin, mama bercerita kalau baru saja dapat info tentang tetangga kami yang sebelumnya juga sempat dirawat dengan status penyakit yang sama dengan mertua sepupu itu. Dan sekarang Alhamdulillah sudah pulih. Sudah sehat. Jadi kata mama, memang kalau sudah normal bisa kembali sehat. 


“Pantas saja kemarin anak sidin optimis ja Ma lah. Kayak kadada takutan,” kata saya pada mama. Mama menyepakati apa yang saya katakan.


Tapi Allah punya rencana tersendiri, kemarin siang di suasana Barabai yang mendung kabar duka itu tersiar. Mertua sepupu saya meninggal sekitar jam 11 siang. Dan sekali lagi saya diingatkan tentang kematian, bahwa hidup hanya sementara, setiap yang bernyawa pasti akan mati. 


Allahummagfirlaha warhamha wa’afiiha wa’fu ‘anha


2 thoughts on “Rencana Allah Lebih Indah

  1. Mbak Yanti, assalamu'alaikum. Terima kasih sudah jadi follower saya. Ketemu site saya dari mana? Semoga kita bisa jadi teman baik ya, dan untuk itu saya juga boleh 'kan following nak Yanti?*salaman*

  2. Waalaikumsalam Wr Wb.Tadi nemu di blognya mbak Indri. Hehehe… Salam kenal juga ya mbak Julie, iya semoga bisa jadi teman baik ya. Boleh banget kok follow blog saya, tapi maaf kalau blognya isinya banyak geje nya, ga jelas maksudnya. hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s