SETELAH 7 WANITA MENAMPARKU

“Usia dua puluh tujuh memang bukan usia keemasan bagi seorang gadis dan menjadi kakak dari sepuluh adik juga bukan posisi yang diharapkan banyak gadis.”

Tentu saja sederet kata-kata di atas bukan tentangku. Aku memang berusia dua puluh tujuh di tahun ini, tepatnya bulan depan (waktu mengetik ini masih di bulan Mei), di tanggal 29. Tapi aku terlahir sebagai anak bungsu jadi tak punya adik kandung satu pun, apalagi sepuluh.

Kalimat di atas adalah tentang Desta. Desta Atelea Subarno. Anak sulung dari 11 bersaudara. Seorang gadis 27 tahun, belum menikah, tak cantik, pengangguran, tak terlalu cerdas, tak punya banyak relasi, tak punya juga orang yang memperjuangkannya sepenuh hati. Tapi dia punya satu hal hingga pantas menjadi tokoh utama di novel ini : Tidak ada orang yang bisa menduga apa yang akan dia lakukan. Dan itu menarik!

Novel? Yup. Ini tentang novel yang berjudul Ketika 7 Wanita Menamparku. Tunggu… Sepertinya perlu waktu buat mikir apa makna di balik judul ini ya? Udah ah, ga usah dipikirin. Hihihihi….

Cerita bergulir ketika Desta diberhentikan dari pekerjaannya di pabrik plastic. Desta melakukan sebuah upaya penyalamatan terhadap pabrik di mana dia bekerja tapi justru itu mematikan kariernya di pabrik tersebut. Dan pematian karier itu membuat Desta kembali ke kota asalnya, ke rumah keluarganya. Hidup di tengah adik-adik tercintanya juga kedua orang tuanya.

Beragam hal terjadi dalam hidup Desta. Dalam hidup seorang wanita 27 tahun yang belum menikah, pengangguran, tak cantik dan tak terlalu cerdas tapi tidak ada orang yang bisa menduga apa yang akan dia lakukan.

Usaha perjodohan oleh ibunya (tentu saja disertai dengan kegalauan seorang Ibu di mana anak gadisnya belum juga menikah), dilangkahi adek menikah, ketakutan Desta dalam menikah, enggan mengikuti reuni SMA, ditaksir suami orang, kerjaan selalu tak becus hingga berujung kepada pemecatan juga merasa iri dengan rumput tetangga yang lebih hijau serta mendengki pada seorang teman SMAnya yang dia nilai memiliki segalanya, pekerjaan yang mapan, cantik, kaya dan seorang pujaan hati.

Dan juga beragam hal tak terduga yang dia lakukan, seperti membalas surat pengumuman undian berhadiah yang berujung pada meja hijau.

Novel ini ditulis oleh Anak  S-E-N. Entah siapa orang itu. Dan diterbitkan oleh Penerbit Andi, entah penerbit apa itu. Tapi cerita di dalamnya menarik, mengalir deras dan beberapa kali membuat saya terkekeh. Penulisnya tentunya adalah seseorang yang berwawasan sangat luas. Di dalam novel ini juga diangkat cerita tentang janda Presiden Amerika, sandiwara pendaratan manusia di Bulan juga beragam teori silat atau entah teori apa. Lebih mudah dicerna dari teori-teori yang disuguhkan dalam Supernova (karena sebelum ini njelimet baca trilogi supernova). Hehehe….

Aku suka pada bagian saat Desta mengungkapkan tentang kebenciannya yang ternyata bertepuk sebelah tangan.
“Berbeda dengan flu yang bila dibiarkan akan tumbuh sendiri, kebencian akan seperti bola salju yang menggelinding bila hanya didiamkan, semakin lama semakin membesar. Sifat buruk hanya akan hilang bila kita ‘membunuhnya’. Dan kebencian adalah sifat paling buruk yang dimiliki manusia.”

Dan juga pada bagian di mana Desta menghibur Mery yang ditinggal kekasihnya menikah agar segera move on.
“Dia tidak mencampakkanmu. Dia hanya mengundurkan diri dari jabatan calon suamimu. Kau yang jadi bosnya dan Andre hanyalah sekedar orang yang sedang magang dalam kehidupanmu.”

Judul SETELAH 7 WANITA MENAMPARKU
No. ISBN 9789792908152
Penulis Anak S-E-N
Penerbit Andi Publisher
Tanggal terbit Juni – 2009
Jumlah Halaman 214

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s