[Repost MP] Haji Plus atau Reguler, Pilih Mana?

Kepikiran mau nulis tentang ini waktu salah satu teman saya bilang, kalau dia mau berangkat Haji nanti, penginnya sih Haji plus aja. Ogah yang reguler. Saya pun menanggapi… “Hemm… kenapa ga dipikirin dulu?”

Ih, aneh aja deh yanti, kok malah disuruh mikir? Hemm… soalna menurut saya nih ya, walaupun namanya yang satu plus, tetap saja jika dibandingin dengan Haji Reguler ada kelebihan dan kekurangannya.

Semisal, salah satu kelebihan Haji reguler adalah biayanya lebih murah. Tuh kan ada kelebihannya juga..😉
walaupun saya merasa belum pantas nulis ini, karena saya kan baru pernah ngalamin satu cara, belum keduanya. Tapi tak apalah… daripada saya lupa kalau nunggu saya ngerasain keduanya dulu.

Oke, cerita saya buka dengan pertemuan saya dengan seorang wanita muda dari NTB. Saya sebut wanita muda karena dia udah nikah ternyata, padahal saya lihat dia sih sepantaran saya aja waktu itu. Jadi ceritanya, saya ketemu dia di pelataran Masjidil Haram. Waktu itu saya dan kakak ke Masjidil Haram buat thawaf Wada karena esok harinya kami akan segera bertolak ke Madinah.

Nah, karena kakak sy pengin ngambil wudhu, sementara saya masih punya wudhu, saya diminta kakak nunggu, maka celingukan lah saya mencari tempat yang nyaman buat nunggu si kakak, dan pandangan saya jatuh pada si wanita muda itu yang dari tas yang menggantung di lehernya saya bisa mengenali kalau dia adalah jamaah Indonesia juga.

Tanpa pikir panjang saya pun mendekatinya yang langsung disambutnya dengan senyum ramah. Orangnya cantik😉

Kemudian perbincangan pun terjadi antara kami. Kenal2an, nanya daerah, nunggu siapa.. dia agak kaget waktu saya bilang saya nunggu abang saya.. karena dia pikir saya udah bersuami 

Nah kemudian sampai lah dia pada pertanyaan krusial yang pengin saya bahas di sini (panjang banget yah mukaddimahnya)

Dia nanya ke saya, kalau saya maktab berapa?

Dan kemudian terurailah kejujuran saya kalau saya berangkatnya dari ONH plus jadi ga ada maktab2an deh.. (kecuali waktu di Arafah dan Mina)

Dia pun mafhum, dan nanya… sy nginapnya di hotel apa?

“Emmm…. ntar sih bakalan nginap di Hilton,” jawab saya sembari menunjuk bangunan megah yang berdiri di depan kami.
“Tapi sementara ini, sebelum berHaji tadi, kami nginapnya di apartemen.”
“Apartemen di mana?” dia bertanya.
“……” saya coba menjawab (sekarang sy lupa nama daerahnya apa… Syarah Sittin ya kalau ga salah)
“Jauh?” wanita muda itu bertanya. Eh yan, kok ceritanya wanita muda terus. Namanya siapa? Kami sempat kenalan, tapi riuhnya suasana waktu itu bikin sy ga nangkap namanya siapa. Namanya terasa ga familiar buat saya.

Kembali ke pertanyaan wanita muda itu, tentang jauh tadi… sy jawab..
“Sekitar 7 km sepertinya dari Masjidil Haram.”
“Hah? 7 km?” dia kaget.
“Sama aja dong dengan Jamaah Reguler? Saya pikir tadinya jamaah Haji plus itu nginapnya di hotel dekat dengan Masjidil Haram.”

Hayo… berapa banyak yang berpikiran kayak gitu?
Saya rasa lumayan banyak ya, toh beberapa orang yang saya ceritakan sempat kaget juga kalau jamaah Haji Plus tapi apartemennya jauh.

Salah milih travel? hemm… sepertinya semuanya sama ya… Dari beberapa cerita orang2 yang pakai ONH plus ya rata2 gitu jadwalnya. Kalau saya dulu 6 hari sebelum puncak ibadah Haji ya ditempatkan di apartemen dulu (jauh dari Masjidil Haram). Setelah berhaji, ke Madinah sekitar 8 hari, baru 5 hari di Mekkah menempati hotel yang persis berada di depan Masjidil Haram.

Kecuali kalau pakai ONH plus yang plus plus kali yaa… bisa total dekat dengan Masjidil Haram.

Lalu, selama 6 hari itu ngapain aja yan? Ya di apartemen aja. Saya sempat nangis bombay nelpon ke mama… “Ma, masa ulun udah sejauh ini ke Mekkah tapi shalatnya cuma di apartemen?” hihihi… ya gitu deh, rasanya sediiiih banget kalau udah menempuh perjalanan bermil2 tapi ga bisa tiap hari melihat Ka’bah yang saya jatuh cinta saat pertama kali memandangnya.

Cuma di apartemen? Yups… tergantung travelnya juga kali ya… tapi travel kami waktu itu emang ga memfasilitasi jamaahnya buat ke Masjidil Haram tiap hari, mereka minta kita di apartemen aja, menyiapkan segalanya buat puncak ibadah Haji nanti. Tapi karena begitu banyak permintaan jamaah, akhirnyaaa… pihak travel, menyediakan angkutan buat jamaah yang mau ke Masjidil Haram.

Saya dan kakak, juga seorang teman sempat memilih mandiri berangkat ke Masjidil Haram. Dan jadilah kami ngomong dengan bahasa Tarzan sama sopir taksinya. Dengan kemampuan bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang payah. Sopirnya lumayan gaul juga… dia muter lagunya Zain Bikha, yang dia bilang waktu itu lagunya Micheal Jackson. Mana pakai acara kelewatan lagi… 

Kembali ke cerita…
Nah, waktu bareng saya kemarin, ada beberapa orang jamaah Haji reguler di daerah saya yang mereka patungan nyewa apartemen di dekat Masjidil Haram. Jadinya mereka misah gitu dengan rombongannya. Waktu di Mekkah lebih lama dan jarak tempuh dengan Masjidil Haram juga lebih dekat. Hemm…. jujur saya mendengar ini jadi pengin juga.

Trus, tahun kemarin… sy dengar cerita dari kakak kelas saya dulu yg berangkat, katanya pemondokan Haji Indonesia ga sejauh dulu lagi. Sekitar 2 km aja skrg, jadi bisa ditempuh dengan jalan kaki. Jarak 2 km di Mekkah ga begitu terasa, karena banyak pemandangan baru yang ditemui sepanjang perjalanan. Dan untuk jamaah Haji reguler, waktu di Mekkah lebih lama dari jamaah Haji plus. jadi asyik kan?

Sebenarnya bisa dibikin asyik juga kalau waktu 6 hari di apartemen itu pihak travel menyediakan fasilitas buat ke Masjidil Haram.

Tapi tentu saja, ONH plus tetap ada kelebihannya. Salah satunya yaa… qta ga usah mikirin makan apa hari ini? Karena udah disiapin dan qta tinggal makannya aja.

Aaah…. kok catatan saya ini amburadul banget? Hemm… pengin deh nulis yang rapi dan beraturan. Ada yang mau ngajarin? 

*sepertinya bersambung*

Repost dari MP yang linknya ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s