[repost MP] Isyarat Hati

Aq memang bukan orang yang sering bepergian… bukan kebiasaan q menjelajah suatu tempat ke tempat yang lain.. tapi setiap aq berkesempatan untuk pergi ke suatu daerah yang tak pernah q kunjungi.. akan ada banyak cerita yang q dapat..Tentu saja.. terlebih saat perjalanan q di akhir tahun 2008 kemarin.. dari sekian banyak hal yang q jumpai, yang semuanya mengesankan.. ada suatu hal yang q catat dalam hati dan itu menyenangkan.. tentang isyarat.. isyarat hati.. Karena kemampuan q yang sangat minim dalam berbahasa asing, maka ketika ada kesempatan untuk pergi ke luar negeri, bahasa isyarat lah yang q pakai.. haha… bertemu dengan berbagai macam manusia di tanah suci memang sangat menyenangkan.. berjumpa dengan jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia sangat mengesankan.. dan satu hal yang menyatukan kami semua.. ISLAM.Karena tujuan nya satu.. menunaikan rukun Islam ke Lima..Hal yang sangat menyenangkan saat bisa bertemu jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia.. dengan berbagai bahasa.. warna kulit.. atribut2.. semuanya menjadi satu.. Pengalaman baru buat q…

“Philipine…?” tanya seorang ibu yang mengambil tempat di sebelah q..Aq menggelang..

“Indonesia”jawab q.. mata ibu itu berbinar..

 

“dari mana?” aq tersenyum..

dari negeri yang sama kami ternyata.. mungkin memang muka q mirip orang Philipina kali ya..?? tapi it’s oke lah.. kan masih asia tenggara.. dari tanya-jawab itu aq tahu ibu ini berasal dariSemarang.. jadi TKW dan sekarang tinggal di Riyadh.. pandai bahasa Arab.. hal itu q ketahui saat ibu itu berbicara dengan bahasa Arab dengan Askar wanita yang berdiri di depan kami di mesjid Nabawi..

 

“dari mana dek?”

“Kalimantan bu..”

“Kalimantan nya di mana.. kami dari Kaltim..”

“iya ya bu.. saya dari Kal-Sel bu..”

3 orang ibu di samping q masih semangat bertanya.. hingga akhirnya salah satu dari mereka berkata..

“urang banjar jua lah.. aq urang pantai ding ae.. tinggal di sampit, tapi naik haji ikut rombongan Kal-Tim..”

Akhirnya kami ngobrol dengan bahasa banjar.. menyenangkan bertemu urang banua… dan dari ibu2 itu aq akhirnya mengantongi informasi tentang jalan menuju Raudhah..

Sebenarnya aq menghindari mengambil tempat shalat di dekat jamaah Indonesia.. bukan apa2.. hanya menghindari untuk tidak berbicara di mesjid.. kalaupun pada hari itu aq mendekat dengan rombongan ibu2 dari Indonesia.. yang sangat mudah q kenali dan tersebar banyak karena ingin mengorek informasi bagaimana menuju Raudhah.. waktu ke Raudhah pertama kali bersama rombongan aq kurang memperhatikan lewat pintu mana aq masuk..

 

Alhamdulillah.. akhirnya sampai di arafah.. turun di bis.. ada seorang ibu mendekat pada q.. mungkin dari turki.. yaman.. atau mesir.. entahlah.. ibu itu ngomong dengan bahasa yang tak q mengerti.. memandang lekat wajah q.. kemudian menyentuh dagu q.. aq tersenyum.. mengulurkan tangan pada sang ibu.. kami bersalaman.. ibu itu masih memandang q dengan senyumnya ketika aq sudah berlalu dari hadapannya..  apa ya yang ada di pikran beliau..? aq pun menerjemahkannya.. “semoga menjadi haji yang mabrur anak q.. semoga Allah menerima ibadah haji kau,anak q..” kuucap dalam hati.. “amin..” ini pun terasa menyenangkan…

 

Aq menoleh ke kanan dan ke kiri.. mencari tampat yang strategis.. sebenarnya tadi sudah dapat tempat yang sangat strategis.. bisa memandang Baitullah.. tapi diamankan para askar karena itu bagian jemaah laki2.. dengan kerelaan hati (sedikit terpakasa padahal) aq mencari tempat lain.. berpisah dengan kakak.. akhirnya aq menemukan tempat di samping saudari q dari Turki.. aq mengenalinya dari Turki, karena seragam coklat muda yang dipakainya.. begitu selesai salam, saudara q itu menatap q.. “MasyaAllah…………………………………………………….” Kata2 setelah MasyaAllah tak satupun yang masuk ke memori q.. apalagi bisa q pahami. Sama persis dengan ibu yang berjumpa di arafah.. ibu ini pun memandang q lekat dan tersenyum.. kemudian berkata..

“Turkiya..” maksudnya mungkin meberitahu beliau dari Turki..

“Indonesia..” jawab q mantap..

Ibu itu mengangguk-ngangguk.. masih menatap q sambil tersenyum.. aq mengganggukkan kepala q dan membalas senyum.. mengambil sesuatu dari dalam tas, waktu q donggakkan kepala q.. MasyaAllah.. dia masih memandang q lekat.. jadi kikuk juga… apa yang dipikirkan ibu ini…

 

Mengambil tempat di lantai 2 masjidil haram.. jadi tidak terlalu banyak orang.. aq mengambil tempat dekat tiang.. tapi karena tiang itu menghembuskan udara dingin, sementara aq masih dalam kondisi flu.. akhirnya aq beranjak.. lirik kiri kanan akhirnya aq menemukan 2 ibu2 dariMalaysia.. yang q tahu dari tas tangan yang ada bendera Malaysia.. selesai tilawah.. ibu di samping q pun mewancarai aq dengan logat melayu yang kental..

“dari mane..?”

“Indonesia bu..” (klo panggil ibu di Malaysia pakai mak cik ya?? Ga tau ah.. cuek aja.. :D)

“berapa umur kau? Masih mude sekali..”

“23 bu..”

“Subhanallah masih muda sekali kau ini.. pergi ma sape..”

“sama abang bu..” (masih setia dengan panggilan ibu..)

“gimane rasanya naik haji waktu mude..?”

“sama aja bu dengan yang ibu rasakan..”

“pasti beda lah.. kau kan masih mude.. pasti beda.. beda sekali..” (aq tersenyum.. kok jadi ibu ini yang berkeras ya..)

“namanye panggilan qta juga tak tahu kan.. mau masih mude.. tua.. anak2.. qta ada di sini karena panggilan..”

Aq mengangguk.. membenarkan kata2 sang ibu.. bersyukur dengan apa yang sudah diberikan Allah padaku.. Alhamdulillah.. betapa baiknya Allah pada q.. memberikan kesempatan ini..

“mau tengok Baitullah..” ibu itu mengajak q..

“boleh bu..”

Siapa yang tak mau.. memandang Baitullah adalah rahmat.. ‘Allah menurunkan 120 rahmat di sekitar Baitullah… 60 buat yang thawaf, 40 yang shalat dan 20 yang hanya memandang Baitullah’ aq dan dua ibu dari negeri tetangga itu pun beranjak.. menyusuri lantai 2 masjidil haram.. ka satu titik di mana semua arah shalat Umat Islam menghadap titik itu. Baitullah..

 

Seorang muslimah berpakaian hitam. Menepuk pundak q.. dengan isyarat tangan dia meminta tempat di samping q yang sebenarnya sangat sempit.. hari2 menjelang wukuf adalah hari terpenuh di mekkah.. aq menatap tante.. “bisa kok anti” tante menyakinkan..

Kami pun merapat dan alhamdulillah bisa.. memberi tempat untuk saudara kami ini..

Muslimah yang cantik.. dengan usia yang q kira sebaya dengan q..

Dengan bahasa inggris tante menanyai asal saudara kami ini..

“Palestine..” dia menjawab dengan dialek khas yang terasa asing di telinga q.. sehingga tante di sebelah q malah mendengar kata Pakistan yang keluar dari mulutnya..

“No.. Palestine.. al-Quds..”

“Aqso..” aq menyahut..

“Yes.. Aqso..” dia tersenyum.. aq masih terkagum2 dengan kecantikannya dan garis ketegaran di wajahnya.. garis khas wanita Palestine yang kuat.

 

Detik2 terakhir di tanah suci adalah detik2 mengharukan.. saat-saat menjelang thawaf wada.. suasana hati q tiba2 berubah syahdu.. tak terasa mata basah.. aq bersandar menatap Baitullah dengan perasaan yang sulit q lukiskan.. aq rasa keharuan.. sedih.. menyatu dan aq berasa syahdu.. sendu.. di suasana siang yang tidak terlalu panas di mekkah..

Mata q masih basah.. saat seorang ibu, entah dari mana (mungkin dari benua Afrika) mendekati q.. menepuk2 bahu q lembut, menenangkan q dengan isyarat tangan dan hati nya.. kemudian menjukkan jarinya ke atas.. bahasa isyarat itu q terjemahkan.. “tenang ukhti.. masalah sebesar apa pun  ada Allah yang akan menolong.. “ aq pun memberinya senyuman terindah..

sungguh indah persaudaraan ini.. sungguh menyenangkan ukhuwah ini…

 

3 maret 2009…

Kangen suasana tanah suci…

 

*aiiih… tulisan lama ini. Kacau bener eydnya ;p*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s