[Repost MP] Label Halal Belum Datang

Perjalanan ke Singapore tahun kemarin memberikan pada saya sebuah pengalaman berharga. Apa itu? Saya menjadi lebih perhatian terhadap yang namanya makanan.


Berhubung sy tinggal di negeri yang mayoritas muslim.. jadi ya gampang aja gitu ya cari makanan, terlebih jika di daerah sy yang bisa dibilang suasana religiusnya masih kental.

Maka sy kelimpungan juga waktu di S’pore untuk mencari makanan yang halal ini… Dapat jatah makan di hotel, pas ditanya apa pelayannya dia bilang “No Halal”… urgghh… jadinya cuman bisa nyomot pisang deh buat mengganjal si perut, sambil mikir kalau monyet aja bisa hidup dengan cuma makan pisang. Jadi ya sepertinya sy bisa juga :p

Nah, pulang dari S’pore sy jadi perhatian gitu dengan yang namanya label halal. Ga hanya dari makanan2 yang dibungkus2 gitu tapi juga di restoran2 yang sy masuki. heuheuheu… kayak sering banget keluar masuk restoran yah :p

Dan entah dapat ilham dari mana, sewaktu sy ke Banjarmasin awal tahun kemarin… sy juga memperhatikan toko2 roti yang ada. Melirik2 label halalnya. Dan mendapati salah satu toko roti  tak terlihat label halalnya. Sy mundur teratur deh.. dan masuk ke toko roti yang label halalnya jelas terpampang dengan ukuran gede.

Hal ini kemudian sy ceritakan pada kakak dan kakak ipar sy.
“Kak, tadi mau beli roti di situ.. Tapi ga nemu label halalnya. Ga tau deh di kemasannya. Jadi ga beli di situ, beli roti ini aja deh,” sambil memperlihatkan roti yang siap sy santap.

Rupanya hal ini juga dipikirin sama kakak ipar sy, jadiii… pas beliau ke toko roti itu beliau nanya ke pelayannya,
“Mbak, kok label halalnya ga ada ya?”
“Oh.. belum datang mbak.” terheran2 lah kakak ipar dengan jawaban label halal belum datang.
“Kenapa mbak? Dengar desas desus ya?” si mbak bertanya pada kakak ipar.
“Halal aja kok mbak. Di sini semuanya pegawainya orang Banjar aja kok,” si mbak itu menerangkan sementara kk ipar sy tak menanggapi lagi.

Hummm…. Sebenarnya bukan masalah siapa yang bikin kan? Tapi dengan bahan apa saja yang makanan itu dibikin.

Dan ini menjadi catatan penting bagi saya buat lebih perhatian pada halalnya makanan yang masuk ke tubuh. Seram soalna kalau sampai makan makanan yang ga halal. 40 hari gitu amalan kita ga diterima. CMIIW.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s