[Umrah] Awal bermula

Kakimu menapak di tanah suci, bukan karena kamu hebat, kaya, atau lain2, tetapi semata karena Allah mengundangmu. @asmanadia


Itu twitnya dari mbak Asma Nadia, kutemukan beberapa waktu yang lalu dan aku sujuuuu sekali, eh setuju maksudnya. 


Betapa aku merasakan keajaiban-keajaiban terkait dua kali perjalananku ke Tanah Suci. Dan itu benar-benar Undangan dariNya. Padahal siapa aku? Ah, kalau kujelaskan tentang keadaanku tentu saja orang-orang akan terkaget. Hehehe… Toh selama ini tentang bagaimana aku sebenarnya hanya bisa kuceritakan pada satu orang dan 3/4 cerita pada satu orang yang lain. 



Nah, terlepas dari siapa aku yang bukan siapa-siapa ini, aku pengin cerita dibalik umrah kemarin. Rencana Umrah dengan keluarga besar itu telah ada sejak lama, lebih dari 3 tahun yang lalu. Saat itu aku baru beberapa saat kembali dari Tanah Air.


Adalah seorang paman, yang Alhamdulillah diamanahi harta yang berlebih yang berencana untuk mengajak seluruh saudaranya buat Umrah. Asyik sekali kan? Bisa umrah dengan seluruh saudara, semuanya ada 8 bersaudara. Mendengar hal itu tentu saja aku spontan bereaksi, “Ma, ulun umpat lah.” Seruku saat itu. Begitu antusias dan langsung dijawab mama. “Enak aja, kam hanyar datang Haji.” Huhuhu… Aku mencelos. Rasa rindu itu menggelora, aku masih ingin ke tempat itu. Rinduku belum tuntas, malah semakin menjadi, semakin pengin selalu memandang ketakjuban Baitullah dan mengucap salam takzim di dekat makam sang insan teladan.


Tapi, siapa yang tahu dengan undanganNya? 


Waktu berjalan, rencana itu seperti menguap. Tak kelihatan akan terwujud. Mama dan Abah malah sudah umrah duluan dan 2 saudara tua berpulang. Rencana itu belum mewujud. Sampai pada akhirnya, September 2011 rencana itu kembali digulirkan. “Kita berangkat awal tahun depan,” ujar si Paman yang disambut kemeriahan seantero ruangan. Dan siapa sangka jatah berangkatnya bukan hanya untuk mama tapi abah juga. Dan mama langsung menyebutkan diriku. Mama bilang “Anti juga ikut.”


Whuaaa…. Subhanallah… Alhamdulillah… Aku lagi-lagi serasa bermimpi. Kesempatan itu, undangan itu datang dengan tak disangka-sangka. Walaupun aku sempat disergap kebimbangan juga tentang keberangkatan itu. Kenapa? Belum saatnya untuk kuceritakan.😀


Dan pada akhirnya aku berangkat juga, bersama 17 anggota keluarga yang lain. So, ada 18 orang dari keluarga kami yang berangkat. Ada 8 adek sepupuku yang ikutan, 3 acil, 3 paman dan 1 nini. Yang lain aku bersama kedua orangtuaku.


Aku pun teringat saat Haji dulu kerap membayangkan betapa enaknya, betapa menyenangkannya kalau bisa ke Tanah Suci bersama kedua orangtua. Subhanallah.. Alhamdulillah… Allah mengabulkan lagi keinginanku. 


Selanjutnya aku ingin sekali berangkat ke Tanah Suci dengan suamiku nanti. Semoga Allah juga mengabulkan. Aamiin…


Oya, ada 8 adek sepupuku yang berangkat, dan aku adalah kakak sepupu mereka yang paling tua. Maksudnya di antara sepupu-sepupu yang berangkat, aku yang paling tua. Hehehe… Dan semua sepupu yang ikutan belum menikah semua, yang paling kecil si Imut Helya yang berusia 3 tahun, 1 bulan 5 hari pada saat berangkat. Subhanallah… sekecil itu sudah ke Tanah Suci. Keren sekali dirimu Ya. Hehehee….


Semoga kemarin itu bukan kesempatan terakhir ke Tanah Suci. Pengin lagi dan lagi… Aamiin…

One thought on “[Umrah] Awal bermula

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s