Ke mana.. ke mana?

Jum’at kemarin bada’ subuh di mesjid dekat rumah ada silaturrahim dengan komandan Kodim di daerah ini. Karena letak mesjid yang begitu dekat dengan rumah sy, terlebih sy berkamar di lantai 2 jadi apa yang disampaikan dalam silaturrahim itu bisa terdengar dengan jelas.

Yang menarik adalah saat komandan KODIM itu bertanya, “Adakah di sini, di antara para jamaah yang berusia belia, yang masih duduk di bangku SMP atau SMA?”

Hasilnya? TIDAK ADA.

Apa yang ditanyakan Komandan KODIM itu membuat sy berpikir dan bertanya, Apa kabarnya para generasi muda?

Ketika mesjid bukan tempat yang biasa mereka datangi. Ketika mesjid dan acara2 keagamaan justru bertabur dengan insan2 berumur. Ke mana yang muda-muda? Teringat lagi saat sy menempuh perjalanan di pagi buta. Saat adzan subuh belum berkumandang. Sepanjang perjalanan sy bertemu beberapa orang yang melangkahkan kaki ke mesjid dalam gulita. Atau sy selintasan melihat mereka yang asyik bersujud, ruku dalam mesjid. Dan semua yang sy temui itu sudah berumur. Sudah melewati usia setengah abad. Ke mana yang muda-muda?

Kemudian yang masih segar dalam ingatan adalah majelis dzikir Ustadz Arifin Ilham kemarin, di sana juga mereka yang datang kebanyakan adalah mereka yang sudah berumur, yang lebih mendominasi adalah mereka yang sudah tak muda lagi. Ke mana yang muda-muda?

Beda halnya ketika konser band terkenal yang manggung di bumi murakata ini, atau waktu pergantian tahun kemarin atau saat nonton bareng acara bola. Wajah2 usia belasan memenuhi acara tersebut. Di sana mereka berada. Di sana mereka hadir.

Miris.

Tentu ini menjadi PR bagi kita semua. Menjadikan yang muda-muda bersemangat dalam kebaikan dan taat. PR juga dunk buat saya yang masih muda juga dan merasa tak bisa berbuat banyak. Hiks.

Mungkin ada yang berpikiran kenapa mereka yang berumur yang lebih banyak hadir di acara keagamaan karena memang sudah waktunya mereka bertaubat, yang berumur lebih dekat dengan kubur. Ah… sungguh kematian bisa menjemput kita di usia kapan saja. Di tahun 2011 saya mencatat justru mereka yang muda-muda yang banyak berpulang. Jadi terus bersiap yanti.. terus memperbanyak bekal untuk sebuah negeri yang abadi : Akherat.

Barabai, 160112

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s