Master of Study

Nyoba2 nulis review tentang Master of  Study tapi tetap aja merasa garing. Begini ya kalau lama ga nulis, jemari kaku… jadi terasa aneh deh kata2 yang keluar.

Tapi beneran pengin ngereview tuh K-drama, yaah… mungkin karena hari ini adalah Hari Guru jadi momennya juga pas kan ya? Karena MoS emang bercerita tentang Guru, murid, sekolah, belajar.

Cerita tentang sebuah sekolah yang… hemm… ancur banget deh. Baik dari segi prestasi, motivasi juga dari segi sikap para murid2nya yang bikin pengin tutup mata ngelihat kelakuan mereka yang seenaknya. Nah, trus… dimintalah seorang pengacara yang bernama Kang Suk Ho buat ngatasin tuh sekolah. Maksudnya buat ditutup gitu tuh sekolah, tapi beragam persyaratan buat penutupan sekolah bikin kepala Sekolah nya pusing hingga mendatangkan pengacara Kang.

Yang ternyata pengacara Kang ini adalah alumni sekolah tersebut dan ga rela begitu aja kalau sekolah di mana dia dulu juga nakal banget itu ditutup. Akhirnya.. dia bikin perjanjian dengan Kepala Sekolah kalau dia akan membawa sekolah itu menjadi sekolah favorit dengan cara memasukkan 5 murid sekolah itu ke sebuah universitas terkenal dan terkemuka di Korea. Sebuah ide yang sangat tidak masuk akal. Ga mungkin terjadi. Mustahil. Tapi Kepala Sekolah yang enggan mikir berat2 akhirnya setuju saja dengan perjanjian itu.

Siapa saja 5 murid itu? Dipilihkan dari murid2 yang punya prestasi terbaik? Oh tidak… 5 murid itu bukan murid yang dipilih. Tapi siapa yang mau… karena akan ada konsekuensi besar begitu murid2 itu masuk ke kelas khusus. Singkat kata singkat cerita akhirnya ya ada juga yang masuk kelas khusus itu. 5 orang murid dengan karakter beda2 dari yang tempramental dan suka bertengkar, suka dandan, suka makan dan suka tidur, suka nonton TV dan menari hingga murid yang biasa banget, ga kaya, ga pintar dan juga tidak cantik.

Motivasinya pun beda2… ada yang karena sang nenek dan karena ‘utang budi’ dengan Pengacara Kang, ada yang karena pengin bisa bikin ortu bangga, karena ortunya dari keluarga terpandang dan dia tak punya prestasi apa2 di bidang akademik yang bikin ortunya malu. Ada juga yang pengin kuliah karena pengin lepas dari orang tuanya. Dan ada juga karena sang pujaan hati masuk kelas khusus itu.. jadii.. ngikut deh.

Kesamaan mereka satu… sama2 ga punya prestasi di bidang akademik. Di hari pertama mereka disodorkan buku pelajaran kelas 4 dan 5 SD, yang itu pun mereka kesulitan buat menjawabnya. Tapi mereka terus dipaksa buat belajar.. Belajar dan belajar. Belajar sampai mau mati. DI sini pas banget deh ungkapan yang menyebutkan belajar sampai titik darah penghabisan saking begitu melelahkannya mereka belajar.

Pengacara Kang juga mendatangkan guru2 istimewa buat mengajar mereka. Whuaaa…. Guru2nya keren.

Guru Matematika yang tegas dan sangat disiplin tapi punya cara ajar yang keren.

Guru Bahasa Inggris yang membuat suasana belajar jadi menyenangkan.

Guru Bahasa Korea yang menguraikan hal2 sulit menjadi lebih mudah dipahami. (sy suka Guru ini karena digambarkan punya intuisi yang tinggi ^^)

Dan Guru Fisika yang smart.

Oya, Ada seorang Guru juga yang sangat disayangi murid2nya, karena ketulusan dan kasih sayangnya yang begitu besar terhadap murid2nya. Juga kepeduliannya terhadap masalah murid2nya, sampai2 dia berdebat dengan pengacara Kang karena cara mereka yang beda mengatasi masalah murid2nya. Pengacara Kang membiarkan 5 murid itu mengatasi masalah mereka sendiri karena dengan begitu akan membuat mereka kuat. Sedangkan Guru baik itu selalu ingin mendampingi dan berada di sisi murid2nya saat mereka dilanda masalah. Cara siapa yang paling ampuh?

Sy pun menyimpulkan kalau dalam sebua proses belajar mengajar itu, memang sangat dibutuhkan guru2 kreatif dan tulus🙂

Sepanjang cerita kita juga disuguhkan oleh konflik2 oleh tokoh2nya. Baik dalam proses mereka belajar dan mengajar yang tak semudah membalik telapak tangan, juga masalah masing2 dari 5 murid itu juga dari para Gurunya. Dari cerita persahabatan, Cinta segitiga, Cinta tak berbalas, tekanan dari pihak keluarga. Hingga ke masalah ekonomi yang membuat mereka tak konsen belajar. Dari para Guru, juga beragam masalah yang timbul. Konflik2 yang hadir di sepanjang cerita ini membuat cerita berjalan dinamis.. ga ngebosanin.🙂

K-drama ini juga disertai tips2 belajar.🙂

Kurang tau apa Master of Study ini sudah disiarkan di Indonesia. Kalau belum.. memang layak banget buat disiarkan. Bisa bikin para siswa menyenangi belajar. Hihihihi…. Sy suka melihat proses 5 murid yang awalnya bandel2, kemudian jadi ketagihan belajar🙂

Bintang 5 deh untuk Master of Study karena endingnya juga tak terduga tapi tetap mengesankan. Duh, gatal tangan pengin nulis tentang ending :p

*ga nyebutin nama2 tokohnya. Syusah sih nama Korea gitu :p*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s