Senandung Garuda dari hati

Ini tentang bakat. Sebelum kita melangkah lebih jauh (kayak mau ke manaa gitu..) bolehkah sy bertanya apa bakatmu? Hoho… pengin tauuu ajaa…🙂

Sy termasuk orang yang tidak percaya bakat, karena merasa ga punya bakat kali ya.. sy bukan orang yang punya bakat nari, ya jelaslah tangan2 sy kaku banget buat nari. Bukan juga orang yang punya bakat melukis, dari dulu sy ga suka pelajaran menggambar, tuh pelajaran susah benerr… sampai kuliah pun sy selalu stress dengan yang namanya gambar. Heuheu.. bakat orasi kali? Ah tidaaaak.. sy suka keringat dingin kalau bicara di depan umum. Atau bakat ngelawak? Apalagi.. sy kan orangnya kalem..hihi…

Lalu apa bakat sy??? Ga penting lagi untuk dibahas. Emang sy siapa?? Artis? Seleb? Miss universe? Jelas bukan lah. Hehe.. kali ini bukan cerita tentang sy, tapi tentang seseorang bernama Bayu. Siapa Bayu? Belum kenal? Yukk.. sy kenalin… mareee…😀

Bayu adalah seorang anak SD (dia kelas berapa ya???) yang punya minat dan bakat dalam sepakbola. Nurun dari bapaknya kali yah, soalna bapaknya dulu itu atlet sepakbola yang kemudian cedera dan beralih profesi menjadi sopir taksi.

Padahal bapaknya dulu atlet nasional yang sempat mengharumkan nama bangsa. Hemm… pemerintah juga harus perhatian dong sama para atlet ini.. kan banyak orangtua ga ngijinin anaknya buat jadi atlet karena beranggapan madesu, masa depan suram gituh.. termasuk bapak dari bapaknya Bayu atau kakeknya Bayu.

Kakeknya Bayu yang seorang pensiunan pegawai Pertamina ga pernah suka dengan keputusan putranya untuk jadi atlet, dan selalu menyalahkan anaknya yang memilih profesi itu hingga akhirnya cedera dan keluarganya menjadi tidak mapan dalam masalah ekonomi. Singkat cerita bapaknya Bayu wafat dan kakeknya tinggal serumah bersama Bayu dan memaksa Bayu melupakan sepakbola dan ikut sederetan les yang Bayu ga suka. Musik, metematika dan lukis.

Tapi Bayu ga pernah suka.. dia jauh lebih tertarik dengan sepakbola… dan hal itu didukung oleh sahabatnya yang bernama Heri. Sampai pada suatu ketika Bayu bertemu dengan salah seorang pelatih yang melihat ada bakat besar dalam diri Bayu. Tentu saja bakat dalam sepakbola.

Tunggu..!!! kok kayakna pernah dengar nih cerita? Yup.. tepat!.. ini adalah cerita dari film Garuda di Dadaku. Pan mau nyetor peernya 3N yang dari Nana tentang review film ituh… afwaann ga jadi Bintang jatuh yang direview. Moodnya ga dapet (mencari sebab mencari alasan dotcom)

Nah.. dari film itu.. ketemu satu hal.. bahwa yang namanya bakat itu adalah kerja keras. Coba lihat bagaimana pun si Bayu dipercaya Heri punya bakat dalam sepakbola tapi Heri juga mengatur jadwal latihan ketat untuk Bayu agar bisa tembus tim Nasional U13. dari latihan rutin nendang2 bola.. fitness.. lari keliling lapangan.. sampai makanan pun sangat diperhatikan agar stamina tetap terjaga dan kemampuan lebih terasah.

Lihat saja para atlet, kita mungkin hanya melihat saat dia tampil waktu pertandingan. Padahal jauh sebelum pertandingan itu ada latihan keras yang mereka jalani. Ada perjuangan panjang hingga akhirnya medali berhasil dikalungkan dan Indonesia raya dikumandangkan begitupun sang saka Merah Putih dikibarkan. Hormat graaakk!!! hihi… jadi ingat suasana haru pas Susi Susanti dapet medali emas di Olimpiede, jiaaah.. jadul banget yah…tahun 92 di Barcelona, berkesan sekali, walaupun sy ga suka Barcelona tapi jauh lebih suka real Madrid *ga nyambung mode on*

Nah… dari medali-medali emas yang dipersembahakan Susi Susanti, Alan Budikusuma, Ricky-Rexy, Candra Wijaya-Tony Gunawan, Taufik Hidayat dan Markis Kido-Hendra Setiawan (tuh kan sy hafal nama-namanya.. *padahal nanya ke si mbah dulu.. :p*..) Ga mungkin kan kalau mereka hanya percaya bakat namun tanpa kerja keras semuanya bisa berhasil. Betul kaaaan??? Sebelum pertandingan final dimulai, atau jauh sebelum olimpiede itu dilaksanakan mereka terus berlatih.. berlatih dan berlatih..

Ngomong-ngomong tentang olahraga dan bakat, sampai sejauh ini, hal yang menurut sy paling sedih dan paling mengharukan dari salah satu dorama korea (eh… kata ‘dorama’ untuk serial TV dari Jepang saja kah?) adalah saat Geum Jan Di tidak bisa berenang lagi karena cedera di punggungnya. Apalagi waktu dia bilang “aku tidak cantik, tidak kaya, tidak punya uang. Namun ada satu hal yang aku sangat suka melakukannya lebih dari orang lain menyukainya dan itu adalah berenang”.. hehe… ga persis2 amat sih kalimatnya.. tapi pas bagian itu sedih banget… terutama waktu Jan Di terakhir berenang dengan disaksikan F3 dan Ga Eul bikin gerimis… (benar kan nama temannya itu Ga Eul?? hoho..)..

Ngebayangin saat qta punya minat yang besar terhadap sesuatu tapi tidak bisa melakukannya lagi… karena itu.. selama masih ada kesempatan jangan pernah lewatkan hal itu. mengutip kata2 mbak Asma Nadia “genggam erat mimpimu dan jangan biarkan seorang pun merebutnya darimu”.

Tentang bakat dan kerja keras tidak hanya dalam olahraga aja lo, tapi dalam setiap lini kehidupan, termasuk menulis.. (hehe… ujung2nya menulis lagi.. kan ingin ikut ambil bagian dalam kampanye Indonesia Menulis…^^.. emang ada kampanye gituan? Kalau ga ada, diadakan aja… ^^). kalau qta Cuma percaya bakat aja dalam menulis tapi ga pernah berusaha untuk nulis. Dijamin deh ga bakal ada satu tulisan pun yang bakalan ada. Nyata haja ah, kada manggawe napa-napa pang, kayapa ada hasilnya…*keluar dah bahasa banjarnya*😀

Jika ada bakat yang mengantarkan seseorang menjadi penulis, bakat yang dimaksud adalah usaha keras. Sang penulis tentu sadar bahwa bakat ga akan pernah menyulapnya menjadi penulis. Maka, usaha yang dilakukannya adalah tak kenal henti dan lelah. Selalu mencoba dan membuat terobosan tanpa berpikir untuk menghentikannya.

Itulah yang dilakukan oleh Linus Suryadi AG, yang salah satu karyanya, prosa Pengakuan Pariyem lahir, yang dialami Linus adalah penolakan terus menerus dan perasaan gagal yang menganggu. Bahkan, jauh-jauh sebelum dia memutuskan untuk menjadi penulis, Linus merasa tak punya bakat. Tapi Linus telah menjatuhkan pilihannya dan tidak mau memilih yang lain.

Itu juga yang dilakukan kolomnis Ayip Bakar semasa hidupnya. Dalam memulai karier menulisnya, Ayip pernah ditolak redaktur sampai 20 kali. Baru pada tulisan yang ke 21, tulisannya dimuat. Issac Bashevis Singer, penulis cerpen Gimpel the Fool mengatakan “saya yakin ada keajaiban di setiap bidang kehidupan, kecuali menulis. Pengalaman saya menunjukkan bahwa tak ada keajaiban dalam manulis. Satu-satunya hal yang menghasilkan tulisan bagus adalah kerja keras”.. Jadi.. kalau mau tulisan bagus.. disiplin kudu, kerja keras fardhu…
(hoho… tulisan yang bercetak tebal sy ambil dari buku Sakti menulis Fiksi – annida… untuk menyemangati dan memotivasi diri sendiri.. dan mereka yang perlu motivasi ini… ^^..)

Sy yakin para penulis yang ada sekarang pasti punya cerita masing-masing tentang kerja keras mereka sampai berhasil menerbitkan buku. JK rowling, bundanya Harry Potter itu memerlukan waktu 7 tahun dari ide tentang si penyihir cilik muncul dalam pikirannya, sampai pada akhirnya bukunya yang pertama diterbitkan dan kemudian menjadikan dia lebih kaya daripada ratu Inggris.

Contoh lain masih banyak sebetulnya.. tapi supaya ga melebar ke mana2.. dan intinya mau ngereview film aja buat menuhin tugas.. jadi catatan ini berakhir di sini aja dulu ya…

kata2 terakhir yang ingin sy ketikkan.. MAN JADDA WA JADA… “Barangsiapa bersungguh-sungguh, maka ia akan mendapat”. Begitu kira-kira artinya. Kembali mengingatkan pada diri sendiri bahwa hidup penuh perjuangan… penuh onak duri, cobaan dan rintangan. Ayo, selalu perbaharui dan luruskan niat, sempurnakan ikhtiar!!! “Perjalanan ini sangat panjang, maka ambillah bekalmu secara sempurna…”(nasihat Rasulullah SAW kepada Abu Dzar Al Ghifari r.a.)

Tetap Semangat… \\^_^//…

 

*had been posted at Mp ‘n FB on 271009*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s