kau yang berjanji… kau yang mengingkari…

Yihaaaaaa…. judulnya dangdut bener… :))

Saya kalau lagi bosen, senang juga masuk ke profile teman2 dan mengobrak-abrik isinya (ada ga ya yang punya kebiasaan kyk sy ini…? hayoo ngaku.. ^^)…

jadinya kemarin yang jadi korban adalah salah satu teman “sekolah” yang waktu dilihat2 notenya banyak juga, asyik kali ya di baca2.. hingga sampailah sy pada satu tulisan yang ngutip satu dari episode dalam novel Jejak-Jejak Kembara Cinta mbak Ifa Avianty.. jiaahh… sy ma si penulis note itu bacaannya sama.. ya iya lah.. kan satu perguruan gituh…🙂..

Sebuah episode tentang Kayla dan kang Tommy saat mereka berdua nyanyi lagu jadul tapi romantis.. ‘Follow me’ nya John Danver..

Make it part of you to be a part of me..
Take my hand and say you’ll follow me..

Yang kemudian… membuat kang Tommy bertanya pada Kayla.. “kalau syair itu beneran gimana? mau nggak mengikuti saya ke manapun?”..

hemm… bagian ini salah satu yang paling sy suka dari novel JJKC dan dari sekian banyak lirik2 lagu dalam novel itu yang ini aja yang nempel banget di kepala… romantis betull… uhuk.. uhuk…

hemm.. kembali ke topik awal, yang digarisbawahi teman sy dalam notenya itu adalah janji. Terkadang qta memang tidak mengucapkan kata2 khusus dalam berjanji, seperti cerita antara Kayla dan Tommy, hanya lirik lagu itu saja.. hanya pernah ngomong sesuatu aja.. hanya pernah bertanya satu kali itupun dengan kata ‘kalau’ di depannya.. dan itu sudah mampu membangun benteng harapan dalam hati… juga sudah cukup untuk membuat seorang Kayla begitu terobsesinya sama Kang Tommy.. bertahun2 lamanya… menunggunya..

Begitupun dalam Ayat-Ayat Cinta.. pernahkah Fahri berjanji pada Noura tentang satu hal? Tentu saja tidak, hanya ada kata2 Fahri yang disampaikan Maria kepada Noura.. ‘Andaikan aku halal baginya tentu aku akan turun mengusap airmatanya dan membawanya ke tempat yang jauh dari linangan airmata selama-lamanya’.. hanya kata2 itu… yang kemudian membuat Noura terjajah hatinya dan mengatakan ‘aku hanya ingin menjadi budak yang halal bagimu’…

Dalam sebuah cerita amburadul sy.. hoho… seorang Liya juga tidak pernah dijanjikan apapun oleh Rahadi, hanya sebuah sikap baik yang diberikan Rahadi bertahun2… hingga kemudian membuat Liya memendam harap dan bertahan dengan kesendiriannya selama hampir seperempat abad hidupnya… (ini mah Liya nya aja yang bla.. bla.. bla..)

Mungkin seperti itu ya namanya wanita (kayak sy bukan wanita aja.. :p..) .. kadang mereka bisa pekaaaa sekali dengan kata2 yang terlontar dari mulut pria.. kata2 biasa saja.. bisa berarti luar biasa bagi mereka.. yang hanya kata2 spontan bisa membuat mereka bertahan bertahun2… dan seperti sebuah janji yang mereka berharap sekali ingin ditepati… walau mungkin yang berjanji dah lupa kali…

Ah… itu mah dalam fiksi aja… tidak dalam kenyataan… sungguh, sebenarnya sy ingin sekali menuliskan cerita2 nyata dalam catatan ini.. tapii… khawatir yang bersangkutan tidak berkenan… jadi yang fiksi aja… :p

So.. hati-hati lah dalam berjanji.. hati-hatilah mengucapkan kata-kata… karena.. seperti yang disampaikan Aya kepada Azzam dalam PPT3… “jangan pernah berjanji padaku Zam.. karena aku akan menagihnya kuat-kuat walau janji itu hanya sebuah senyuman.” ^^

(terinspirasi dari catatannya “Panda” atw Danu… sorry yah menjelajah ‘rumah’nya ga ngetuk pintu… ga meninggalkan jejak juga… ^^.. )

 

*had been posted at Mp ‘n FB on 290909*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s