Dongeng Semusim

Don’t Judge Book From the Cover. Itu ya yang sering dikatakan orang2.. tapi jangan salahkan saya kalau sy suka dengan cover buku ini. Pink gitu loh.. eh.. beneran pink kan?.. benar atau tidaknya ga penting.. yang penting sy suka ^^. Dan karena covernya pink pastinya dapat ditebak para pembaca yang budiman kalau ini bercerita tentang cinta. Uhuk.. uhuk.. cinta lagi.. cinta lagi..

“Mengapa cinta lagi dan lagi-lagi cinta? Karena cinta adalah inspirasi dari hidup itu sendiri. Cinta itu universal, dan merupakan naluri dasar manusia yang tak habis untuk digali. Bukankah kitapun tak bosan untuk menyemai cinta setiap hari?”.. (bagian yang bercetak tebal sy ambil dari ‘sebab cinta tak bermata-nya mbak Ifa Avianty).. so.. jangan protes lagi ya buat teman sy yang katanya udah bosan dengan cinta… hoho… (ada gitu orang yang bosan dengan cinta?)

Oke.. kembali ke buku yang mau sy review.. eniwei.. sy dapet gratis lho.. hehe.. thanks buat mbak Sefry…^^.. buku dengan judul Dongeng Semusim yang ditulis oleh mbak Sefryana Khairil ini emang bicara cinta sepasang dua anak manusia yang berlabuh dalam sebuah biduk bernama Pernikahan (ehem!).

Seperti yang pernah sy tulis di review Facebook on Love nya mbak Ifa.. Pernikahan itu bukanlah sebuah akhir, tapi merupakan awal dari sebuah kehidupan baru, makanya dalam ucapan selamat untuk pengantin baru kan sering disebutin “selamat menempuh hidup baru”.. begitupan ketika dua manusia di buku ini, Sarah dan Nabil memasuki kehidupan mereka pasca menikah, banyaaaaakk sekali hal-hal yang terjadi dalam hidup mereka yang tak terduga sebelumnya. Terlebih bagi Sarah yang dengan pengorbanannya menyamakan keyakinan seperti yang dianut suaminya.

Huaaa… hal ini pernah menjadi bahan diskusi sy dengan seorang teman. Bagaimana jika pasangan qta itu muallaf? Dan diskusi kami sampai pada satu kesimpulan, pasangan yang satunya mestinya haruslah seseorang yang punya pemahaman Islam yang kuat dan mungkin akan lebih mudah jika yang muallaf itu adalah istrinya, karena peran seorang suami kan emang jadi imam buat keluarga. (tapi ga juga ding… sy teringat seseorang yang sy temui mengajarkan Iqro buat suaminya yang bule dalam sebuah perjalanan sy di akhir 2008.. kapan2 deh sy ceritakan.. tapi ga janji..)..

Lalu mudahkah buat kehidupan Sarah dan Nabil? kan istrinya yang muallaf gituh… dan sang suami bisa jadi imam buat Sarah.. ah.. sayang jawabannya itu TIDAK. Kalau boleh blak-blakan sy nyebut Nabil belum bisa jadi imam yang baik buat Sarah,, haha,,, kasar yah istilahnya? Tapi.. yang namanya Hidayah itu hak mutlak kepunyaan Allah kan… dan bisa diberikanNYa pada siapa saja yang dikehendakinya.

Begitupun dalam cerita ini.. di mana digambarkan karakter Sarah lah yang justru gigih mendalami agama barunya, tanpa bantuan suami.. eits.. tapi dibantu oleh teman dan adik iparnya.. Nabil malah terkesan cuek jika Sarah bertanya tentang shalat dhuha, ngaji dan hal2 berkaitan dengan agama. Eits.. bukan cuek tapi ga suka ya,,. Hingga kemudian perubahan-perubahan Sarah ke arah yang lebih religius membuat Nabil justru tidak suka. Rasa tidak suka Sarah tehadap perubahan Nabil sama dengan rasa tidak suka Nabil melihat perubahan Sarah.

Wadooh… gimana dong? Ribet yah… ga kok.. sebetulnya ga ribet.,.. sy suka dengan kata2 sohibnya Nabil yang bernama Aan saat mengatakan “nggak selamanya hidup berjalan sesuai keinginan qta. Kadang-kadang qta juga harus memandang sesuatu dari kacamata orang lain.”.. dan itulah yang menjadi masalah.. terkadang qta terlalu egois dengan melihat persoalan hanya dari kacamata qta.(… barusan sy mendapat kata2 ini di status dosen favorit sy.. ^^..)

Wew… tentunya sy bukan orang yang berhak bicara banyak tentang sebuah pernikahan, belum punya pengalaman gituh🙂..tapi sy percaya aja saat banyak orang yang bilang kalau qta memang akan melihat bagaimana pribadi seseorang itu sebetulnya saat sudah menikah.. dan bagaimana ketika qta melapangkan hati untuk menerima pasangan qta apa adanya, di sanalah dibutuhkan komitmen. Sy sepakat dengan endors yang ada di buku itu, seperti kata mbak Ifa Avianty bahwa pernikahan adalah sisi real dari cinta, bahwa dalam pernikahan, cinta dan komimen sama pentingnya.

Dan oleh endors yang diberikan seseorang bernama Roos kalau novel ini mengajarkan bagaimana menyikapi pernikahan sebagai sesuatu yang saling melengkapi dan membuatnya menjadi utuh, semuanya memang tidak mudah dan perlu usaha keras yang tidak saja menguras energi tapi juga emosi.

Lalu bagaimana dengan pernikahan Nabil dan Sarah? Sanggupkah mereka keluar dari segala permasalahan dan perbedaan yang semakin meruncing. Jawabnya… heuheu… ada teman yang protes kalau review sy jangan nyeritain ending.. so.. yang mau tau endingnya.. baca novelnya aja ya… ^^

Pada sebuah cinta.. kisah ini pernah ada.. dan review ini berakhir hingga di sini saja..

(makasih buat mbak Sefry atas bukunya.. maaf reviewnya kelamaan muncul… buat mbak Ifa.. makasih untuk cinta tak bermata-nya.. ^^…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s