Alena (Selubung Cinta di Muzdalifah)

“… dalam perjalanan umrah atau haji… biasalah kalau ada jamaah pria dan wanita yang jomblo… jadinya ada ajang perjodohan dari teman2 sesama jamaah…”…

hemm… jadi teringat kata2 itu .. dan aq berpikir keras… siapa yang mengatakan hal tersebut…

aha… !!!

q temukan jawabnya… Syaiful Jamil ternyata… hehe…
dalam sebuah wawancara ketika ditanya padanya bagaimana bisa kenal dengan ‘tunangannya’ yang dari Malaysia…
hehe… jadi infotainment banget deh…

oke lah… tak seberapa penting darimana kalimat itu.. tapi sepertinya kalimat itu cukup mewakili untuk buku yang satu ini…
ALENA… yang ada sub judulnya… Selubung cinta di Muzdalifah…
wah… untung aja mbak Ifa Avianty sang penulisnya gunain sub judul itu… soalna aq hanya tertarik akan kata Muzdalifah, sehingga ‘menarik’ buku itu menjadi koleksi pribadi..… mungkin karena kerinduan untuk bisa ke sana. Amin…

Ceritain dong yan….

Oke deh… simple aja ya… tentang seorang bernama Alena… akhwat yg dinamis, energik,modern… menunaikan rukun Islam yang kelimanya.. trus bertemu Khaidir, muthawifnya yang juga masih jomblo.. seorang mahasiswa S2 di Yaman, indo-arab, backpacker… trus deh dijodohin ibu2 jamaah lain…

Biasa aja tuh ceritanya… hehe… emang biasa sih.. kan yang cerita aq.. yanti kan ga pandai cerita… tapi walaupun sama2 jomblo dan dijodoh2in teman2 sesama jamaah.. sampai didoain di multazam lagi supaya berjodoh… tetap aja susah bersatu… karena Alena sudah dalam status lamaran orang lain..

Ialah Haikal… the Ice prince.. seorang pengusaha muda… juga rising star politik Indonesia.. tampan … genius tapi seperti gunung es… melihat penggambaran tokoh yang hampir selalu tanpa ekspresi ini.. membuat aq teringat Limbad.. runner up de master itu… ^_^…

Alena pun berusaha meneguhkan hatinya untuk tidak tertarik pada Khaidir… ingin setia terhadap komitmennya pada Haikal… yang pada malam terakhirnya di Mekkah.. Alena mendapatkan sebuah sms dari Haikal…
“finally… I found the answer, hope you’ve found yours…”

The answer apakah??? Yang kemudian membuat hidup Alena menjadi berbeda…

Ternyaata apa yan?
Wah… dah q bilang aq ga pandai bercerita…. Intip novelnya aja deh… jadi lebih seru… hehe… Jadi kayak resensi di majalah….

Catatan q tentang novel ini…

Ini buku kedua setelah Diorama Sepasang AlBanna… yang ingin q teriakkan pada dunia….
GUE BANGETTTTTT…..

seperti sebuah memoar tentang perjalanan haji seseorang… mbak Ifa juga mengemasnya dengan berbagai info tentang haji juga tentang sejarah2 tempat bersejarah umat Islam…

membacanya seperti membaca diary pribadi qta jika berada di sana… tampat2 ziarah di mekkah.. pemakaman Ma’la, jabal tsur, gua hira, Arafah, Jabal Rahmah, Mina.. dan tempat2 lain di mekkah yang lazim dikunjungi para jamaah Haji…

juga di madinah.. mesjid Quba, Uhud, pasar Kurma dll… tak ketinggalan tour di kota Jeddah… mesjid terapung, makam Siti Hawa, Sepeda Nabi Adam.. hehe… beneran sepeda Nabi Adam ya?? Sepertinya bukan… ^_^..

buku yang bagus deh buat yang pengin membangkitkan kenangan atau kerinduan terhadap Tanah Suci…

Apalagi mbak Ifa yang jago bahasa Inggris ini.. hampir selalu menggunakan kata2 dalam bahasa Inggris.. entah itu di percakapan.. atau mengungkapkan perasaan… buat yang English nya klepak-klepek kayak aq.. buku ini oke buat belajar dan nambah kosa kata baru… ^_^

… Catatan yg lain… klo dilihat sih sepertinya setting waktunya tahun 2008… soalna diceritakan Haikal sedang persiapan untuk pemilu 2009… tapi kok masih ada Pasar Seng?
Alena yg ikut jamaah haji khusus… tapi kumpul di asrama pondok gede???
Sama juga ketika dalam perjalanan dari Arafah ke Mina.. saat Alena mencium aroma maskulin yang diyakininya Khaidir berada di dekatnya… bukankah saat itu dalam kondisi Ihram? Yang berarti ga boleh memakai wangi-wangian… atau mungkin aroma itu bukan parfum kali ya? Ga tau juga deh…

trus lagi ketika diceritakan betapa ‘mudahnya’, Alena dan teman2 mencium Hajar Aswad… malah sempat berdiskusi lagi di depan Hajar Aswad… hari2 menjelang Wukuf adalah hari2 terpadat di Mekkah, klo menurut pikiran q hal seperti ini terlalu fiksi… tapi.. ga tau juga deh… hanya pikiran q aja.. mungkin pikiran yang mewakili rasa iri karena ketidakmampuan kali ya… ^_^

Yah… walaupun ada beberapa “ketidaknyamanan” saat membaca novel ini… tapi novel ini cukup oke.. dengan ending yang mengejutkan.. bahwa jodoh qta itu adalah sebuah RahasiaNYA.. dan qta tak akan menduganya.. jadi… jangan terlalu berharap dengan seseorang jika tak ingin kecewa.. huhu…
seperti kata2 OST KCB..
‘garis tangan tergambar… tak bisa aq menentang… “

selain ending novel ini juga menggambarkan pengingat kematian yang menggetarkan…
seperti kata2 Alena..

“aku belajar dari kematian.. bahwa bersicepat dengan malaikat maut bagaikan bersiaga duapuluh empat jam dengan amunisi kebaikan…”

4 thoughts on “Alena (Selubung Cinta di Muzdalifah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s