Seberkas dari “Cinta Semusim”

Cinta.. setahuku berasal dari rasa ketertarikan. kecendrungan. ada satu atau beberapa hal yang membuat qta terpesona padanya. Rupanya kah atau apanya. Yang jelas, qta merasakan ada magnet yang terus menarik-narik kita untuk selalu ‘mendekat’ padanya.

Kadang ketertarikan tak juga selalu berujung pada cinta. Kalau ini biasanya terjadi ketika kita semakin mendekatinya, ternyata kita mendapati bahwa dia tak seindah yang kita kira. Pandangan mata kan suka menipu juga. Kita menyadari bahwa ternyata dia tidak semenarik yang kita duga.

Bisa saja fisiknya yang membuat kita akhirnya tak bisa mencintainya.. bisa juga karena.. ada hal lain yang tidak mungkin kita tembus.

Haruskah aku bicarakan juga yang satu ini? sementara cinta itu sendiri, sepenuhnya adalah kuasa hati dan akal kita untuk menerjemahkannya.

Hati adalah sensor positif yang dapat dengan segera berbunyi ketika kita mulai jatuh cinta pada seseorang. Kita merasakan getar-getar yang bahkan kita sendiri tak sanggup menjabarkannya.

Akal? Bagaimana ini, sementara katanya cinta itu buta? Ya. Bisa saja cinta itu buta. Tanyakan saja kepada akal kita. Kalau dia tak sanggup menjelaskan alasan logis mengapa kita jatuh cinta pada seseorang, apalagi kalau kita kemudian tanpa alasan mengorbankan semuanya untuk cinta itu, maka cinta itulah yang buta.

Agar kita dapat memberikan sepasang mata bagi cinta yang buta itu, berikan dia alasan yang logis tentang mengapa kita jatuh cinta kepada seseorang. Lalu, tanyakan pula batas-batas apa saja yang kita pegang dengan erat selama kita berada dalam perahu cinta itu.

Lalu, kalau bedanya cinta dengan sayang?

Sayang adalah sebuah perasaan kedekatan hati yang tumbuh karena interaksi yang intens. Sayang bisa jadi lebih personal dan lebih lembut daripada sekedar cinta, apalagi ketertarikan. Sayang adalah tahap selanjutnya dari chemistry atau perasaan cocok dan terpenuhi. Sayang juga bisa merupakan tahap selanjutnya dari cinta. Atau sebaliknya, setelah rasa sayang terbitlah cinta.

Oops, filosofikah?

Nggak juga rasanya. Aku hanya ingin mengurai dengan jelas, perasaan apa yang sedang bermain di hati, saat ini. maka aku memerincinya sedemikian rupa, untuk menemukan sedang di mana saya sekarang.

Bismillah.

Aku membuka kotak pandoraku.

Jack in the box? tentu saja bukan.

Seperti kata Tom Hanks di film Forrest Gump. Hidup itu seperti sekotak coklat. Kita nggak tahu, apakah kita akan mendapat manis atau yang pahit.

Tetapi rasanya sama. Sensasinya sama. Deg-degan. Exciting.

Saya juga.

Saya melongok ke dalam kotak pandora itu (atau kotak coklatnya si Tom Hanks)

Saya.. akhirnya memilih.

Saya kembali menemukan perasaan saya yang mungkin telah berkarat kepadanya. Saya bukan hanya cendrung kepadanya. Tapi juga cinta dan sayang. Dengan sepenuh hati

***

heuheu… tulisan di atas bukan tulisannya yanti lhoo… tapi postingan di MP seseorang. jangan tanya apa alamat MPnya.. karena sang pemilik MP itu fiksi. ada di novelnya mbak Ifa Avianty yang judulnya Cinta Semusim. karena tadi sudah mengetik separuhnya di notes adik tingkat sy… jadi tanggung nih.. sy ketik selengkapnya.. hihihi…

Dalam novel itu.. beberapa detik setelah postingan di tampil di MP.. dua wanita menangis. Yang satu menangis bahagia… yang satunya menangis tergugu.. sedih.. kalah.. terhempaskan… entah karena saya terlalu memakai perasaan dalam membacanya atau karena mbak Ifa begitu piawai dalam mengolah cerita.. maka sensasi yang sy dapatkan ketika membaca itu adalah apa yang dirasakan kedua wanita itu.. hoho.. aneh bukan.. sy bisa merasakan bagaimana menjadi Alita yang tersenyum bahagia.. tapi saya juga bisa merasakan Sosa yang terhempas dan kalah. hiks..

Sebuah novel yang sangat manis dan keren dari mbak Ifa Avianty.. banyak kata2 bagus di sana..🙂

 

*had been posted at Mp ‘n FB on 140210*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s