Perahu Kertas (hanya sebuah catatan)

Perahu Kertas (hanya sebuah catatan)

by Hairi Yanti on Friday, January 15, 2010 at 5:24pm

Tadi malam tertarik dengan QN seorang kakak yang mengutip quote menarik dari Perahu Kertas. Hemm… jadi ingin membaca novel itu lagi.. Perahu Kertas novel Dee yang pertama yang sy baca dan sampai sejauh ini karya Dee satu2nya yang pernah sy baca. Jadi jangan tanyakan ke sy apa bedanya dengan karya yang lain. Sy tak tahu.. (siapa juga yang mau nanya.. :p)

Tentang Perahu Kertas ada banyak bagian yang sy suka.. pertama, cerita tentang Kugy dan Keenan yang sama2 punya minat, keinginan dan cita-cita dalam suatu hal yang karena suatu keadaan tidak bisa mereka geluti dengan sempurna.. Keenan dengan melukisnya.. dan Kugy dengan menulis dongengnya.. sebetulnya lebih tertarik ke Kugy.. karena menulisnya itu loh.. sehingga keluarlah pernyataan ini “Berputar menjadi sesuatu yang bukan kita, demi bisa menjadi diri kita lagi”..

Kedua… saat Luhde masuk dalam kehidupan Keenan.. eh.. kenapa sy ngerasa tokoh Luhde terlalu ringkih ya? Hehe.. maaf buat yang suka dengan Luhde.. *jadi ingat “perdebatan” sy dengan seorang teman*.. tapi sy akui kok Luhde digambarkan sebagai sosok yang bijak..🙂

Sy suka waktu bagaimana Luhde “menasehati” Keenan tentang inspirasi..

“Setiap pelukis pasti memiliki ‘jodoh’-nya masing-masing. Kalau mereka mau bertekun sekaligus berserah, pasti mereka akan menemukannya. Jadi, Keenan jangan cepat putus asa. Kadang-kadang kanvas kosong juga bersuara. Tanpa kekosongan, siapapun tidak akan bisa memulai sesuatu,” lanjut Luhde lagi.

“Ini… anggaplah ini langit…” katanya seraya menyentuhkan jemarinya di kanvas,

“sepertinya langit ini kosong. Tapi kita tahu, langit tidak pernah kosong. Ada banyak bintang. Bahkan tidak terhingga banyaknya. Keenan harus percaya itu. Langit ini cuma tertutup awan. Kalau Keenan bisa menyibak awan-awan itu, Keenan akan menemukan banyak sekali bintang. Dan dari sekian banyak bintang, akan ada satu yang berjodoh dengan kita.“Saya akan berdoa supaya Keenan cepat menemukan bintangnya,”

So… di mana bintang saya? hehe… sy meyakini inspirasi itu bisa datang dari mana saja dan tidak terfokus pada satu bintang saja.. karena rembulan.. mentari.. pelangi.. awan.. hujan dan yang lainnya pun bisa jadi inspirasi kan…🙂

Trus.. yang lainnya yang sy suka dari cerita itu.. tentang apa yang sy tulis di status pagi ini.. jujur.. sebetulnya agak ribet sih memahaminya.. tapi udah lebih mengerti lah sekarang.. setelah membaca banyak review tentang hal ini.. hehe.. tentang Hati..  sy masih ingin menuliskan tentang hati di perahu kertas.. ngutip langsung aja.. saat Luhde ingin melepaskan Keenan..

“Saya, ingin melepas Keenan pergi. Sebelum kita berdua berontak, dan jadi saling benci. Atau bersama-sama cuma karena menghargai.”

“Saya belajar dari kisah hidup seseorang. Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih. Jadi, kalau Keenan bilang, Keenan telah memilih saya, selamanya Keenan tidak akan pernah tulus mencintai saya. Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh,”

*160110… ini review kah? Terserah yang baca saja.. tapi sy anggap ini bukan review.. hanya menulis bagian2 yang sy suka… dan karena ingin membaca ulang lagi ceritanya.. *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s