Muhasabah Cintaku…

Sering qta baru menyadari betapa berartinya sesuatu setelah merasakan yang namanya kehilangan

Hemm… sepertinya kalimat inilah yang memenuhi pikiran sy sehari kemarin. beberapa hal yang sy temui seperti melempar sy ke sebuah masa yang telah terlewati. belum lama sih.. masih beberapa bulan yang lalu.. saat sy terjatuh dan kemudian kaki sy keseleo. masih sy ingat dengan jelas bagaimana susahnya sy berjalan saat itu, eh.. jangankan berjalan duduk pun tak nyaman.. dan saat sy berjalan dengan tersaruk2, kesulitan sekali untuk melangkah, mama “menghibur” sy dengan hiburan khas beliau, “tuh baru ngerasa nyamannya bajalan pas lagi sakit lo.. makanya jangan kada ingat bersyukur karena selama ini nyaman bajalan.”..

apa yang dikatakan mama membuat sy tersindir sendiri.. masih sy ingat beberapa waktu sebelumnya sy menulis sebuah cerita “di mana Apollo 11? aku ingin ke bulan”.. di mana di situ di ceritakan Liya yang kecelakaan kemudian patah kaki dan apa yang sy tulis benar2 sama dengan yang mama katakan pada sy.. hoho… qta sepikiran ya ma…🙂

intinya.. betapa banyak nikmat berjalan.. melangkah.. melompat dan lain2 yang bisa bebas qta lakukan tapi berlalu begitu sj.. qta baru merasakan betapa nikmatnya hal itu setelah kenikmatan itu diambil sebentar dari qta.. dan ketika semuanya normal lagi.. sering sekali sy lupa untuk mensyukurinya.. sy baru menyadarinya lagi saat seorang teman memberikan kabar pada sy kemarin “yan.. kata dokter, aku kada boleh berjalan sampai 6 bulan lagi. lawas banar lagi yan hanyar aku bisa jalan.”…

Sama halnya saat kabut asap menyelimuti bumi Kalimantan.. huaaa…. sesak banget kalau mau menghirup udara.. rasanya ga ngenakin kan… trus.. sekarang.. saat kabut asap tak menyelimuti bumi q lagi.. ingin mensyukurinya.. betapa nyamannya saat sy bernafas.. namun.. lagi2 sy sering lalai untuk mensyukurinya.. hiks.. maafkan ya Allah..

Beberapa hari yang lalu… sy membaca sebuah cerpen karya teh Anne.. lagi2 di sana sy di sentil tentang betapa pentingnya bersyukur.. cerita di cerpen itu yang menceritakan kondisi seseorang yang “hampir” mendapatkan kebutaan.. Nikmat penglihatan ini.. betapa sering sy lalai untuk mensyukurinya…

NikmatNya yang diberikan pada sy begitu banyak.. tak terhitung.. walaupun sy menghabiskan seumur hidup sy untuk menghitungnya itu pun juga masih tak cukup waktu untuk bisa menghitungnya.. karena sebegitu banyaknya..

Penutup.. sy copas sebuah lirik lagu Muhasabah Cinta dari edCoustic yang menemani sy menulis ini di pagi ini…

Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari-Mu
Ku pasrahkan semua pada-Mu

Tuhan baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cinta-Mu

Reff:
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang ku rasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi muhasabah cintaku

Tuhan kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku dengan-Mu

*190110

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s