Menyerah dan Bertahan…

sy baru saja membaca novel dari mbak Ifa Avianty yang berjudul Cinta Semusim.. novel yang ceritanya pernah dimuat bersambung di majalah Ummi.. dulu sy sempat memba satu dua bagian waktu masih di muat di majalah Ummi.. ya karena sy belinya ga rutin jadi ceritanya sepotong2..🙂

Tapi tetap saja buat sy berkesan sekali.. bukan karena sy ikut IWS lo.. tapi karena emang bagus kok.. sy terkesan pada bagian tentang menyerah dan bertahan versi Alita Gunawan.. salah satu tokoh di novel itu.. Alita, ketika menemui sebuah realita bahwa suaminya mulai berpaling ada gejala2 selingkuh gitu deh merasa kecewa dan nyaris runtuh.. jelaslah.. wajar mah kalau sy pikir… apalagi Alita digambarkan sebagai seorang wanita yang perfect… cantik.. pintar.. lembut.. sholehah.. tapi terlalu berprestasi.. melebih sang suami… hemm.. itu saja kekurangannya.. hey.. apakah itu kekurangan? Entahlah…lanjut saja ke ceritanya….

Sy suka sekali dengan cara Alita bertahan.. yah.. dia bertahan.. bukan menyerah.. menegar2kan hati.. bermain cantik. Selidiki, pegang buntutnya, putuskan. Seperti Julius Caesar, vini vidi vici. Atau seperti Rasulullah yang bermain cantik dengan strategi Futuh Mekkahnya. Seperti Shalahuddin Al-Ayyubi yang dengan cantik memenangi Perang Salib. Seperti perkataan optimis Jendral Douglas Mac Arthur, “saya pasti kembali”.. hoho.. sy taunya Cuma Pasto dengan “aku pasti kembali”nya.. :p

Maka.. ketika Alita Hardadi Gunawan menyatakan keadaan darurat perang di rumah tangganya dengan status siaga satu.. apa yang dilakukannya? Melabrak yang dicurigainya sebagai selingkuhan suaminya kah? Atau memata2i suaminya hingga membuntuti ke tempat kerjanya? Atau malah main santet? Hoho… lupakan semua itu.. Alita sosok wanita sholehah yang baginya mempertahankan kehidupan rumah tangga juga bagian dari jihad seorang istri, ibu dan da’iyah.

Alita kembali memperkaya tabungan ruhiyahnya. Malam2 diisi dengan melantunkan surat Al Anfal dalam shalatnya. Menggiatkan shaum Daud, menambahkan muatan tilawah Al-Qur’an… begitu juga dengan hafalan Al-Qur’an dan hadist.. wirid al-Matsurat dan doa Rabithah yang semakin dieratkan.

Sungguh… sy suka pertahanan yang seperti ini.. mendekat padaNya.. menggenjot amalan yaumiah. Lagi dan lagi.. bagaimana endingnya? Baca sendiri saja di Cinta Semusimnya mbak Ifa Avianty… satu hal lagi yang harus diperhatikan dalam novel itu… di bagian pengantarnya ada tertulis nama sy.. hehehe… makasih mbak Ifa.. di buku selanjutnya jangan lupa ya… hihihi… *ngarep nih mbak..😀

Sudah deh.. cukup di sini saja notes kali ini… dan untuk hari ini juga sampai di sini saja.. eitss.. tunggu.. masih dengan novel Cinta Semusim yang terbuka di depan ini sy menemukan kata2… hemm.. sy ketikkan untuk anda… “bagian terberat dari mencintaimu adalah saat mengetahui bahwa kau mencintai orang lain selain diriku.”.. uhuk.. uhuk… itu kalau sudah jadi suami istri kali.. tapi buat para pemuja rahasia kalimatnya jadi berubah “bagian terberat dari mencintaimu adalah saat mengetahui bahwa kau tidak mencintaiku.”.. hemmm…. :))

Sudahlah qta cukupkan saja daripada sy nulis ke mana2.. dan sy tak ingin menyerah… ingin terus bertahan… Semangat… !!!

 

*had been posted at Mp ‘n FB on 301209*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s