Langit dan Awan

Buku yang terakhir dibaca apa yan? Jawabnya BURLIAN. Belum selesai sih… tapi suka banget dengan beberapa bagian di buku itu. Kali ini beneran tidak ingin ngereview… maksudnya ngereviewnya ntar aja, insyaAllah.. ga janji…:p

Jadi tadi malam pas baca salah satu bagian dari Burlian dan langsung jatuh cinta pada bagian itu.. apakah itu? Saat Bapak bilang gini ke Burlian “dunia ini tidak hitam dan putih, Burlian. Lebih banyak abu-abunya. Jarang ada orang yang hatinya hitam sekali, dan sebaliknya juga susah mencari yang hatinya sempurna putih. Semua orang punya kelemahan dan karena itulah seringkali kita tidak selalu diberikan pilihan terbaik. Setiap kali kita memilih pemimpin, sejatinya kita bukan memilih orangnya. Sejatinya itu hanya soal apakah kita mau dipimpin si A, si B atau pilihan lainnya.”

Hemm… jadi ingat PEMILUKADA yang sudah semakin terasa gaungnya.. tapi bukan itu yang ingin sy tulis. Sy lebih tertarik dengan kata2 di atas pada bagian hitam, putih dan abu2.. ingatan sy langsung melayang ke salah satu cerpen yang pernah dimuat di Annida. Udah lama sih.. karyanya mbak Sinta Yudisia yang judulnya “Biru milik langit”

Cerpen yang menceritakan tentang seorang Kiki yang masa kecilnya penuh kebahagiaan hingga kemudian kehidupan yang diyakininya bagai roda tergelincir dari relnya. Kiki merasa kebahagiaannya terhempas ketika ada seseorang yang dikenal baik oleh keluarganya menjadi orang ketiga dalam rumah tangga ayahnya. Dan tentu saja menjadi ibu tirinya.

Cerpen yang bagus deh.. mbak Sinta gitu loh yang nulis ^^.. Penuh rasa dan seakan terbawa dalam kehidupan Kiki yang harus menjadi tumpuan keluarga karena dia anak sulung dan menghadapi adeknya yang “hancur” karena narkoba. semua itu terjadi diyakininya karena kehadiran seseorang baru dalam rumah tangga orangtuanya.

Dan suka banget dengan endingnya.. terutama pada rumusan yang tiba2 muncul di kepala Kiki di akhir cerita.. yang artinya hampir mirip dengan apa yang disampaikan Bapak kepada Burlian. Apa sih rumusannya..??? Hemm… sebuah rumusan tentang langit dan awan..

“Langit biru sesekali kelabu. Awan putih pun sesekali seperti itu. Tapi dunia mengenal biru milik langit dan putih milik awan. Orang baik melakukan kesalahan tidakkah itu wajar, sebagaimana langit dan awan yang sesekali menghitam?”

260210

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s