ini tentang CINTA… ^_^

Akhirnya memutuskan untuk menuliskan sebuah tema yang mendunia dan tak basi untuk dibahas. Apakah itu? Jawabnya adalah CINTA. Uhuk-uhuk.. (ada yang batuk..).. ehem-ehem.. (ada yang berdehem..).. cuit-cuit.. (ada burung berkicau lewat).. yang semuanya menandakan bahwa batuk pun merasakan adanya cinta begitupun dengan kicauan burung.. *ga nyambung mode on*…

Dan… cinta menurutku… sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar. Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri.. meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang. Namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang. Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya.. kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta.. dan seterusnya….. *KCB mode on*.. artinya.. karena bingung menguraikan apa definisi tentang cinta… jadi ngutip di novelnya Kang Abik aja… :p

Kemudian… ketika qta mencintai seseorang.. pastilah akan menjadi harapan agar qta bisa selalu bersama orang itu.. menyertainya dalam suka dan duka.. ada di sampingnya dalam tangis dan tawa… betul begitu yang pernah merasakan cinta..???

Hal itu pulalah yang kemudian meluapkan rasa bahagia di hati Abu Bakar r.a, pada suatu ketika.. saat Rasulullah mendatangi beliau dan berkata.. “wahai Abu Bakar.. Allah sudah memberi izin untuk keluar dari Mekkah dan hijrah ke Madinah.” Mendengar apa yang disampaikan Rasulullah, serta merta Abu Bakar r.a berkata “saya menemani engkau ya Rasulullah.” Dan Rasulullah SAW menjawab “ya. Engkau menemaniku.” Mendengar jawaban rasulullah SAW menangislah Abu Bakar karena gembira bisa menemani Rasulullah untuk hijrah. Menemani sosok istimewa yang begitu di cintainya tak peduli nyawa adalah taruhannya.

Kesetiaan… cinta.. Abu Bakar kepada Rasulullah pun tidak berhenti sampai di situ.. masih dalam catatan hijrah, Rasulullah SAW dan Abu Bakar tiba di Gua Tsur. Yang namanya Gua rada seram gitu ya.. banyak penghuninya.. Abu Bakar tahu itu.. beliau tau kalau Gua Tsur banyak dihuni binatang-binatang liar, buas, dan berbisa seperti ular dan kalajengking. Tidak seorang pun berani masuk ke dalamnya dan Abu Bakar meminta Rasulullah menunggu sebentar di luar.

Abu Bakar masuk dan membersihkan gua tanpa menghiraukan bahaya yang mengancam. Ia merobek pakaiannya secarik demi secarik untuk menyumpal semua lubang yang terlihat. Setelah itu, dengan pakaian terkoyak-koyak, ia menyingkirkan batu-batu. Mendadak seekor ular yang bersembunyi di balik bebatuan itu menggigit kakinya dengan keras. Sakit bekas gigitan itu seperti hendak meledakkan kepala. Huks.. tak bisa membayangkan gimana sakitnya.

Tapi tak seperti saya yang sedikit saja sakit bisa ber’aduh-aduh ria, Abu Bakar justru menahan rasa sakit itu dan terus bekerja tanpa bersuara. Setelah selesai.. di rasa aman dan semuanya bersih, Rasulullah SAW pun masuk. Demikan lelahnya Rasulullah hingga tertidur dengan meletakkan kepala di pangkuan Abu Bakar. Saat itu, rasa sakit bekas gigitan ular semakin terasa menyengat sampai-sampai air mata Abu Bakar menetes-netes. Setitik air mata itu menetes ke muka Nabi. Beliau bangun dengan terkejut.

“Mengapa engkau menangis, wahai Abu Bakar?”
“Saya digigit ular, ya Rasulullah.”
“Oh, mengapa tidak engkau katakan dari tadi?”
“Saya takut membangunkan engkau.”

Subhanallah.. cinta beliau terhadap Rasulullah.. siapa yang meragukannya.. begitu pun ketika wahyu Allah dalam surah Saba’ ayat 39 turun, yang artinya seperti ini “Katakanlah, ‘sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi aiapa saja yang dikehendakiNya di antara hamba-hambaNya dan menyempitkan bagi (siapa saja yang dikehendakiNya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.” ,

pada saat wahyu itu turun Umar bin Khatab mengajak Abu Bakar untuk berlomba-lomba dalam kebajikan dalam menginfakkan harta di jalan Allah. Pada saat itu Umar menginfakkan separuh hartanya, dan yang mengejutkan adalah ketika Abu Bakar menginfakkan seluruh hartanya. Hal ini didengar oleh Rasulullah yang kemudian bertanya kepada Abu Bakar.

“Wahai sahabatku.. benarkah engkau menginfakkan seluruh hartamu?”
“Benar ya Rasulullah.” Jawab Abu Bakar.
“Lantas apa lagi yang kau punya?” Rasulullah bertanya. Abu Bakar terdiam.
“Lantas apa lagi yang kau punya?” Rasulullah bertanya lagi. Abu Bakar menangis seraya menjawab. “Sekarang yang aku punya hanya Allah dan engkau ya Rasulullah.” Mendengar jawaban Abu Bakar, Rasulullah menangis dan memeluk Abu Bakar dan berkata “Engkau bersamaku di surga ya Abu Bakar.”

Sebentuk cinta yang membawa ke Surga.. sangat bermakna buat saya dan catatan di awal tahun ini berakhir sampai di sini saja.. *lagi bingung bikin kesimpulan di akhir cerita*..🙂

 

*had been posted at Mp ‘n FB on 171209*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s