Galaksi Kinanthi (review)

Seperti penulisnya yang seperti mengakhiri sebuah perjalanan jauh.. maka begitupun saat sy membacanya… tersedot dalam gelombang rasa yang kadang menghantam karang.. atau dengan riaknya yang pelan tapi menenggelamkan.. hadoh.. lebay nih… :p

Galaksi Kinanthi, sebuah karya dari Tasaro GK.. pertama menemukan judulnya dari review seorang kakak.. tertarik tapi belum berniat membacanya.. sy akan membacanya.. tapi nanti dalam waktu yang tidak tahu kapan.. hingga akhirnya ada satu hal yang membuat keinginan sy untuk membacanya begitu kuat.. keinginan membacanya seperti sebuah bom waktu, yang sy yakini akan meledak pada saatnya, dan ketika saat itu tiba sy pun tak mampu mencegahnya.. Terima kasih tak terhingga buat seorang kawan yang membantu sy menemukan buku itu..šŸ™‚

Galaksi Kinanthi, bercerita tentang perjalanan hidup Kinanthi.. dari Kinanthi kecil.. miskin.. terpinggirkan dari masyarakat bahkan tersudutkan karena kemiskinan.. karena kemaksiatan yang dilakukan bapaknya. Kinanthi kecil tak berkawan, dan hanya seorang Ajuj yang membuka seluruh hidupnya untuk dimasuki Kinanthi. Sebuah persahabatan yang membuat keduanya merasa nyaman namun tak mengenakkan buat orang di sekitar mereka.

Sampai pada suatu ketika.. Kinanthi pun harus pergi meninggalkan dusun. Untuk kehidupan yang lebih baik kata orangtuanya walau hal yang sebenarnya adalah dijual. Rupanya kemiskinan telah mampu menggadaikan kasih sayang orangtua terhadap anaknya hanya dengan 50 kg beras. Kinanthi menjadi babu tapi tetap merasakan nikmatnya sekolah dan menjadi bintang karena kecerdasannya.. tapi tak lama.. hingga kemudian kehidupannya menjadi seorang pelajar dicabut dari hidupnya.

Kinanthi, yang beranjak dewasa terbang.. melintasi lautan sampai pada suatu negara di Timur Tengah.. menjadi Tenaga Kerja Wanita istilah kerennya.. walaupun bagi para majikan mereka dianggap sebagai budak. Inilah titik puncakl di mana segala emosi.. sedih.. haru.. marah.. semuanya berkecamuk menjadi satu dalam diri saat membacanya. Hingga tak sadar mata basah.. hingga tak sadar jarum pendek di jam dinding sudah menyentuh pada angka di mana sy harusnya sempurna terlelap.

Tapi tak ingin berhenti.. huruf2 yang terbaca membuat sy membuka mata.. saat ini.. ketika sy dengan nyamannya menulis review buku itu.. di sana.. di belahan dunia sana… mungkin saja ada saudari sy menahan nestapa.. merasa sakit dengan hukuman yang tak semestinya.. perlakuan tak sepantasnya, pelecehan yang membuat geram siapa saja, yang masih berhati nurani tentunya.

Sakit, derita, nelangsa seolah berteman akrab dengan mereka.. sampai pada kesadaran melawan atau bertahan sama saja.. bunuh diri atau membunuh juga tak ada bedanya. Dunia gelap tak berujung dalam pandangan mereka. Walaupun di sini qta dengan nyamannya menyebut mereka dengan gelar kehormatan “Pahlawan Devisa”.. (semoga tak semuanya bernasib serupa.. berharap sangat yang lain baik2 saja)

Itulah yang dialami Kinanthi.. sampai kemudian kemerdekaan diperolehnya membuat hidupnya menjadi tak sama dengan sebelumnya.. kecemerlangan terus diraihnya hingga dia menjadi seperti Ratu. Tapi ada satu hal yang sebegitu sulit untuk dilepaskannya.. sebuah nama yang telah menjajah hatinya sekian lama. Bagaimana akhirnya? Baca sendiri saja yaaa….šŸ™‚

Galaksi Kinanthi.. novel apik.. keren.. dan perpaduan dari berbagai harmonisasi rasa yang dikemas sedemikian manis di dalamnya.. hoho.. tolooong.. sy bukan kritikus sastra yang bisa menilai dengan sangat nyastra. Hanya bisa berkata.. sy suka… suka sekali.. memotret banyak hal dalam sebuah kemasan utuh.

Tentang kebiasaan2 masyarakat yang mengandung syirik.. tentang potret buram TKW negeri ini.. ini negara kaya.. tapi kenapa ratusan.. ribuan.. puluh ribuan atau apakah lebih banyak menerima perlakuan tak adil di luar negeri sana. Kata seorang teman.. sebuah fakta yang sangat menyedihkan justru hal itu terjadi di “Arab”

Ah.. tak semuanya kok yan TKW yang mendapat perlakuan tak adil.. yah.. memang tak semuanya.. seperti jawaban di buku itu.. untuk menemukan mereka yang bahagia kita akan melewati dulu mereka yang lebih banyak berteman dengan nestapa.. Apapun itu.. semoga saudari2 qta yang tengah mengais rezeki di belahan dunia sana.. dalam keadaan baik2 saja.. dijauhkan dari bahaya yang mengancam dan selalu dilindungiNya.. Amin…

Eh… jadi banyak ngelantur.. selepas dari perjuangan Kinanthi untuk merdeka.. sy merasa semua berjalan seadanya.. kata seorang kawan.. pada bagian itu terasa membosankan.. hehe… tapi menemukan “gairah” kembali saat ada di bagian hampir ending sampai benar2 ending yang mengejutkan.. dengan sebuah rumusan “Suatu saat, mencintai adalah memutar hari tanpa seseorang yang kamu cintai. Sebab, dengan atau tanpa seseorang yang kamu kasihi, hidup harus tetap dijalani.”

Dan.. satu lirik lagu yang pas.. sama dengan Strawberry Shortcake..šŸ™‚
“Meski waktu datang.. dan berlalu sampai kau tiada bertahan.. semua takkan mampu mengubahku.. hanyalah kau yang ada di relungku.. hanyalah dirimu.. mampu membuatku jatuh dan mencinta.. Kau bukan hanya sekedar indah.. kau tak akan terganti.. ”

oh iya.. lupa.. hehe… tambahan.. ada satu dua kalimat yang sy rasa ngepas juga nih.. sy dapat dari postingan salah satu tetangga di MP yang alamatnya http://syabli.multiply.com
dalam sebuah postingan berjudul penantian seorang gadis..
“dalam diri perempuan ada kekuatan luar biasa untuk bertahan dalam perasaannya. Entah sang lelaki tak pernah mengerti atau tak pernah memberi jawaban. Perempuan bisa menyimpan perasaan itu bertahun-tahun. Kekuatan hebat yang sangat disayangkan kalau harus diorientasikan kepada hal yang fana. Seorang laki-laki.

Jujur, untaian kalimat terakhir ini aku tuliskan untuk perempuan-perempuan hebat yang sedang salah menempatkan perasaannya. Perempuan kuat dengan perasaan perkasanya. Jangan kau orientasikan kekuatanmu itu pada sesuatu yang nantinya pasti mati, seorang laki-laki. Alangkah elok kalau kau berdiri di gerbang itu. Berdiri dan menanti zat yang tak pernah mati.” —> sebuah nasehat untuk diri sy pribadi..

dan buat para laki-laki.. jangan sembarangan memberikan harapan.. *sebal* :p

*070310… tidak semua penantian ada ujungnya.. tidak semua perasaan harus diperjuangkan.. ada hal2 yang juga pantas diunggulkan.. –> masih nyomot dari Galaksi Kinanthi… *

One thought on “Galaksi Kinanthi (review)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s