Perempuan Malas Berpikir?

“Lelaki lebih senang dibilang tampan daripada cerdas karena perempuan lebih senang membayangkan daripada berpikir”

Kalimat itu sy temukan di buku yang termasuk buku favorit sy : Catatan Hati Seorang Ukhti 6 : Cinta Seorang Perempuan yang ditulis Fatma Ariana. Yah.. namanya juga catatan hati seorang ukhti, jadinya yang bicara juga hati seorang wanita. Coba deh para ikhwan bikin tandingan Catatan Hati seorang akhi. :p

Kalimat di atas ada di bab : Perempuan Malas Berpikir. Sang penulis menemukan kalimat itu di sebuah stiker yang ketika awal membacanya dia langsung ga setuju. Persis sama dengan komen beberapa teman tadi. Lagipula perempuan mana sih yang lebih suka disebut sebagai pelamun andal daripada pemikir sejati?

Namun.. setelah berpikir (bukang ngelamun lho).. si penulis pun menyimpulkan bahwa kata2 itu ada benarnya juga. Dia teringat pertemuan dengan temannya yang baru membeli boneka beruang besar dengan harga yang setelah dicek mampu membeli sebuah buku bermutu. Si penulis juga teringat bahwa di kamar teman2nya yang sering dia temui lebih banyak menyimpan banyak aksesoris, barang-barang lucu dan boneka2 ketimbang buku-buku yang banyak menambah wawasan. (Sambil ngetik, sy ngitung jumlah boneka dan jumlah buku yang ada di kamar. Ternyataaa… hihihi…)

Penulis buku itu pun kemudian teringat dengan cerita Muhammad Al Baqir yang diceritakan Mohammad Fauzil Adhim sebagai kata pengantar di buku catatan Hati seorang ukhti-nya Kusmarwanti. Di sana diceritakan saat Al-Baqir menikah dan malam mulai larut, Al-Baqir bermaksud mendatangi istrinya untuk bermalam pertama. Niatnya urung karena banyak perempuan memenuhi kamar penganten. Lalu, Al-Baqir masuk ke sebuah kamar disamping kamar pengantin. Untuk mengisi waktu, ia mengambil sebuah kitab dan membacanya. Ia sangat asyik membaca sampai tidak sadar bahwa para tamu telah pulang. Sementara itu, istrinya menunggu sendirian. Al-Baqir baru tersadar ketika adzan subuh terdengar. Kisah ini menarik karena Al-Baqir lebih terpesona pada ilmu yang terpendam dalam sebuah buku daripada yang lainnya. Dan ini menunjukkan kalau ternyata memang benar kaum pria itu lebih pemikir dibanding wanita (katanya di buku itu lho…ga semuanya kaliii… :p)

Dan punten.. di buku itu ga dijelasin apa maksud kalimat pertama : “Lelaki lebih senang dibilang tampan daripada cerdas”.. penjelasannya lebih ke kalimat terakhir : “Perempuan lebih suka membayangkan daripada berpikir.”

Sekilas emang membela Lelaki yaa.. tapi ada satu kutipan juga yang sy suka dari buku itu tentang Cinta seorang Perempuan yang penulisnya ambil dari dialog di film Tertusuk Ilalang karya Garin Nugroho *sudah sering banget nulis ini*. kata-katanya seperti ini : Cinta Laki-laki seumpama gunung. Ia besar tapi konstan dan (sayangnya) rentan, sewaktu-waktu ia bisa saja meletus memuntahkan lahar, menghanguskan apa saja yang ditemuinya. Cinta perempuan seumpama kuku. Ia hanya seujung jari , tapi tumbuh perlahan-lahan, diam-diam dan terus menerus bertambah. Jika dipotong ia tumbuh dan tumbuh lagi.

 

*had been posted at Mp ‘n FB on 210510*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s