De Liefde (Novel yang penuh Liukan konflik bergaris-garis romantis)

De Liefde adalah buku kedua dari trilogi De Winst yang ditulis mbak Afifah Afra. Setelah menyelesaikan buku pertamanya sy sukses disergap rasa penasaran untuk membaca buku keduanya, terlebih saat bu Guru sy menyematkan bintang 5 di buku De Liefde ini. Dan akhirnyaa.. selesai juga sy membacanya. (sebenarnya udah lama selesainya :p)

 

Prolog di novel ini terbagi dengan dua bagian, yang keduanya memuat tentang dua tokoh baru yang kemudian berpengaruh terhadap jalan cerita yang secara garis besar bersinggungan dengan Everdine Kareen Spinoza dan Sekar Prembajoen yang telah kita kenal di buku pertama De Winst. Dua tokoh baru itu bernama Joedistira, seorang terpidana mati yang melarikan diri dan Roesmini Van De Brand seorang wanita yang ditemukan Sophie tergelatak hampir mati di hamparan salju. Ah ya, bukan dua tokoh yang diperkenalkan di prolog tapi 3, satunya adalah Sophie Angela Reynierse, seorang gadis Belanda yang terlihat kuat tapi ternyata sangat rapuh.

 

Cerita kemudian bergulir dengan manis. Tentang Sekar Prembajoen yang mengalami pembuangan di Belanda dan Kareen Spinoza yang merintis karir menjadi seorang advocaat dengan membela kaum pribumi di Hindia Belanda, jadii.. ada dua tempat yang menjadi setting novel ini, Belanda dan Hindia Belanda (Indonesia, red). Kemudian keduanya bertemu dengan dua wanita yang berbeda, Kareen bertemu dengan Rinnah Van der Brand yang kemudian menjadi kliennya dan membuat Kareen harus mengalami perjuangan berat dalam meperjuangkan nasib kliennya itu dan Sekar bertemu dengan Roesmini Van De Brand yang ternyata seorang penghuni rumah Bordil De Lente yang tengah hamil muda.

 

Cerita tentang keluarga Van De Brand ini cukup menguasai jalan cerita, karena muncul lagi tokoh yang bernama Richard Van De Brand, seorang pejabat penting di Hindia Belanda dan Daelan Van de Brand, pecandu narkitika di rumah Bordil De Lente. Misteri tentang keluarga Van der Brand ini pun satu persatu terkuak seiring bertambahnya halaman yang dibaca.

 

Kesimpulannya novel ini penuh liukan konflik, tapi menjadikannya penuh kejutan. Intinya sy sepakat dengan tulisan salah satu MPers ketika mereview Trilogi Ilalang, mbak Afifah Afra memang piawai meracik cerita yang punya banyak tokoh tapi tidak menjadikan tokoh itu datang secara tiba-tiba atau kemudian menghilang tiba-tiba. Semua tokoh dimunculkan dan dihilangkan dengan cara yang sungguh manis dan rapi. Oh ya satu lagi, misteri tentang seorang gadis bernama Julie juga membuat sy terkejut begitu mengetahui siapa Julie sebenarnya.🙂

 

Okay… kemudian “komentar” sy tentang buku ini..

 

Pertama, Kesempatan kadang tak selalu datang dua kali, hati-hati ntar nyesal kayak Sekar yang sebegitu menyesalnya menentang perjodohannya dengan Rangga, sehingga kemudian dia hanya bisa gigit jari ketika laki2 itu telah menjadi milik orang lain. Kepedihan Sekar dalam ini membuat sy ikut tersayat-sayat. Periiiiih.. :p

 

Pernahkah kau merasakan begitu mengharap seseorang untuk bisa menjadi milikmu, sementara seseorang itu tak hanya tak mampu kau miliki, namun telah menjadi milik orang. Aku seperti seorang Banowati yang hanya bisa menggigit jari melihat Arjunanya bermesraan dengan Srikandi.

 

Aku memiliki cinta, dan aku tak tahu, kepada siapa cinta ini harus dialamatkan.

 

Terkadang, menikmati luka-luka pun berasa nikmat.. Buktinya kisah-kisah tragedy percintaan pun menjadi sebuah drama yang digemari.

 

Kedua, Kalau suami istri LDLan godaannya beraaaaat… Apa coba? Kayak yang pernah ngalamin aja :p

Yah, setidaknya cerita tentang Kareen menunjukkan hal ini. Kareen yang harus ditinggal suaminya, si Rangga karena Rangga sedang dalam masa pengasingan, hingga kemudian muncul tokoh Joedistira yang mempertaruhkan nyawanya untuk Kareen. Hati Kareen pun bersuara, “dalam sejarah hidupnya, baru kali ini ada seorang lelaki yang berhasil mengenyahkan Rangga dari hatinya”.. Di sinilah kesetiaan seorang istri mendapat ujian. Deuuuu….

 

Ketiga, cara mbak Afifah Afra dalam menulis keren banget deh. Selain yang sy sebutkan di atas itu, tentang bagaimana mbak Afra menghadirkan banyak tokoh tapi terjalin manis dan rapi, juga cara mbak Afra membahasakan sesuatu.. Hadooh.. bingung ngejelasinnya. Contohnya saja, kalimat yang sy jadikan status : Ada yang memanas di wajahku, sepasang kelopak mata. Namun segera kuhardik dengan bengis. Tuh kan.. padahal kalau kita amati, sama aja kali maksud kalimat itu dengan kata2 “Aku tak ingin menangis”, tapi rasanya beda deh.. Dan kalimat2 bersayap lain cukup banyak sy temukan di sepanjang cerita.

 

Hatiku mungkin telah remuk, namun masih ada waktu untuk mengumpulkan perekat dan memunguti kepingan-kepingan itu. Tak sesempurna awalan, karena pasti menyisakan rekahan-rekahan. Namun, itu lebih baik daripada jika terus menerus dibiarkan berserak.

 

Cerita picisan itu telah berakhir, dan aku tak ingin terjebak dalam lingkar kenisbian. Tak ada ruang untuk segala jenis rindu

 

Keempat, karena ini genrenya fiksi sejarah.. tentu dong ada sejarah yang ditampilkan.. Ada tentang NAZI, ada tentang perjuangan merebut kemerdekaan dalam berbagai cara dan terutama tentang KEADILAN yang sangat sulit didapatkan ketika Indonesia dalam masa Penjajahan. Betapa keadilan hanya berpihak ke mereka yang berkuasa saja. Sedangkan yang terjajah, sekalipun benar tetap akan tersalahkan.

 

favorite quotes

Saat harapan terasa begitu jauh, memang do’alah yang akan mendekatkan kita. Karena doa adalah jembatan antara harapan dengan kenyataan.

 

 

Judul : De Liefde (memoar Sekar Prembajoen)

Penulis : Afifah Afra

Penerbit : Indiva media kreasi

Tahun : 2010

 

 

Barabai, 071010

*menanti buku ketiganya*🙂

*had been posted at Mp ‘n FB on 061910*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s