dari 5 cm

5 cm. Sebuah novel dari Donny Dhirgantoro. Udah lama pengiiin banget ngereview novel ini, tapi belum kesampaian. Salah satu hal yang paling sy suka dari novel itu ada di halaman 137-138, waktu menceritakan di mana Genta, salah satu tokoh utamanya bicara sama temannya tentang Kritik.

Sy ketikkan dialognya sedikit ya.. *lagi bingung nyusun kata2… ^^

“Semua kritik yang dulu bertubi-tubi datang ke elo sekarang udah ga punya arti apa-apa lagi.”

“Enak aja lo! Semuanya masih ada di sini,” Genta menunjuk dadanya.

“Semuanya ga akan hilang malah nambah kaya otak gue,” sambung Genta.

“Jadi lo serius dong nanggapin kritik, Ta?”

“Bukan soal serius atau nggak serius, kalau qta bisa menganggap kritik itu bukan suatu serangan, tapi saran, kita pasti akan tambah yakin.

“Maksudnya?”

“Jangan menganggap kritik itu suatu proses kemunduran atau serangan. Kalau qta dikritik,buat cetak biru di pikiran qta. Kalau kritik itu adalah pengorbanan dari seseorang yang mungkin telah mengorbankan rasa nggak enaknya sama qta,entah sebagai seorang teman atau rekan kerja,semata2 untuk apa?.. Hanya untuk membuat diri qta lebih baik. Itu aja.”

Temans.. sy menyadari sepenuhnya terkadang sy juga merasa diserang ketika mendapat kritik dan masih harus banyaaakk belajar agar bisa menerima kritik sebagai sebuah saran. Terima kasih untuk bantuan dari teman2 semua… Semoga qta bisa terus belajar yaa.. menerima kritik sebagai sebuah saran agar qta bisa lebih baik lagi ke depannya..

*had been posted at Mp ‘n FB on 190410*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s