Catatan tentang ‘Terapi Hati di Tanah Suci’

Belakangan sy enggan menyematkan kata ‘review’ terhadap buku yang ingin sy bahas. Hehe.. takut apa yang sy sampaikan jauh dari sebuah review yang beberapa syarat harus dipenuhi. Makanya kemudian sy lebih menyukai kata2 “catatan setelah membaca atau catatan tentang buku tersebut” agar sy lebih leluasa mengemukan apa yang berkecamuk dalam pikiran sy tentang buku itu.

Untuk buku kali ini berjudul “Terapi Hati di Tanah Suci” karya dari pak Hernowo. Sy mengetahui info tentang buku itu lewat sebuah milis yang dengan skenarioNya sy pun menemukan buku itu di Gramed 2 tahun silam dan tanpa pikir panjang sy memboyongnya ke rumah (tentu setelah bayar di kasir).

Apa yang sy dapat dari buku ini? Buanyaaakk… Buku ini lumayan tipis tapi menyimpan banyak hal di dalamnya. Ga rugi deh buat yang pengin ke Tanah Suci baca buku ini dulu. Tapi ada beberapa hal yang ‘baru’ yang sy temukan saat membacanya dan begitu membekas. Apa saja?

Pertama, sy terbelalak kaget mengetahui bejibunnya buku2 yang dibaca Pak Hernowo sebelum berangkat ke Tanah Suci. Wadoh… Buanyaak bener.. dan mungkin yang terpenting dan tak boleh dilewatkan membacanya (selain buku manasik tentunya) adalah sirah Nabawiyah. Kenapa? Yah.. agar qta bisa memaknai tiap tempat yang punya sejarah kuat di sana.

Akan ada banyak tempat yang qta kunjungi setiba di sana (insyaAllah) dan semua tempat itu sebagian besar berhubungan sekali dengan perkembangan Islam, Jejak kehidupan Rasulullah dan yang lainnya.. tentu akan lebih bisa memaknai ketika qta tau apa yang pernah terjadi di tempat itu ketimbang tidak tahu apa2. Begitu kah? Sepertinya ya. Wallahua’lam.

Kedua, sy terpaku membaca kalimat di halaman 81 ada kalimat seperti ini ‘Saya berada di tempat mulia yang di tempat sy berdoa ada kemungkinan besar dahulu pernah ditempati oleh Rasulullah ketika berdoa.’ Benar juga kan? Ketika qta berada di Tanah Suci besar kemungkinan Rasulullah pernah berada di tempat itu. Mencoba merasakan dengan sepenuh hati kalau Rasulullah pernah berada di tempat qta pun berada pada saat di Tanah Suci. Ah.. indahnyaaa…

Ketiga, ketika pak Hernowo menceritakan kalau saat beliau membeli barang2 di Tanah Suci beliau akan mengupayakan membawa secara bergantian : tasbih, sajadah ataupun kopiah dan yang lainnya di bawa ke Masjidil Haram. ‘Saya yakin barang-barang yang sy bawa dari Makkah membawa banyak berkah. Bayangkan jika orang-orang yang sy oleh2i nanti juga bisa mencicipi berkah dari Tanah Suci? Tentu manfaat berhaji sy akan bertambah.’

Apa lagi ya? Masih banyak sih.. lebih lengkapnya silakan baca bukunya saja. Semoga buat siapa saja yang berkeinginan untuk pergi ke Tanah Suci senantiasa dimudahkan oleh Allah segala usahanya, dana dan persiapan yang lainnya. Amiiin.. Saling mendoakan yaa…

240510 *lagi kangen.. *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s