Gigit Kuku

Dalam 2 hari ini sy bolak-balik ke rumah sakit. Ngapain? Ya karena ada yang dijenguk. Bermula dari sms yang sy terima dari adek sepupu sy  yang mengabarkan kalau adiknya masuk Rumah Sakit. Keget? Tentu. Walaupun sy mendengar kalau sejak sabtu dia sudah ga enak badan tapi mendengar dia harus opname bikin kaget juga. Separah apakah? Pikiran sy bertanya2 dan terjawab saat berada di rumah sakit.

 

Tak jelas apa penyakitnya, tapi ceritanya gini.. Badannya sudah demam sejak hari Jum’at sepulang sekolah, karena anak kecil kan biasa aja kalau demam, jadi ya sudah lah dikasih obat penurun demam, tapi demamnya tetap aja bertahan, kadang hilang, trus muncul lagi. Sampai akhirnya Minggu pagi orangtuanya memutuskan untuk dibawa ke dokter, diminta periksa darah hari itu juga dan dari hasil pemeriksaan darah itu katanya ada banyak bakteri.. Jadinya harus rawat inap di rumah sakit. (entah bakteri apa sy ga tau :p)

 

Setelah dirunut kenapa banyak bakteri masuk ke dalam tubuhnya ternyata itu berasal dari kebiasaan adek sepupu sy itu MENGGiGIT KUKU. Kebiasaan yang kata mamanya belum terlalu lama terbiasa. Sehingga fungsi dari gunting kuku diambil alih secara sempurna oleh giginya sendiri. Mendengar hal ini sy jadi ingat salah satu tulisan dari mbak Yeni Suryasusanti, salah satu sahabat maya sy yang sy sangat suka dengan tulisan2 beliau🙂. Mbak Yeni pernah menceritakan kalau Ifan, anak beliau juga pernah punya kebiasaan menggigit kuku. Begitu mengetahui hal itu, mbak Yeni yang terbiasa mendidik dengan sistem “Reward and Punishment” menerapkan hal itu kepada sang putera. Jika menggigit kuku akan ada hukuman. Tapi terus saja berulang dan Ifan tetap dengan kebiasaannya menggigit kuku.

 

Kemudian sang suami memberikan saran, jika cara reward dan punishment tak berhasil kenapa tak ditelusuri dulu akar masalahnya. Kenapa Ifan sampai menggigit kuku? Jawabanny karena ada kuku yang bisa digigit. Jadinya untuk mengusir kebiasaan itu jangan sampai ada kuku yang bisa digigit. Dan jadilah tiap hari mbak Yeni akan menggunting kuku Ifan, sampai terlihat tidak ada lagi bekas gigitan di kukunya.

 

Jika dengan pengalaman masuk rumah sakit ini tak membuat adek sepupu sy jera untuk meggigit kukunya, cara mbak Yeni mungkin bisa diaplikasikan nih.🙂

 

Makasih buat mbak Yeni🙂

 

 

261010

(di hari ulang tahun seseorang yang satu atap ^^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s