PUKAT (Teman yang menyenangkan)

Menggigit, riang, mengenyangkan, bikin senyum2, ketawa-ketiwi.

 

Saya suka banget ama buku ini. Tak banyak.. atau bahkan hampir tidak ada buku yang bisa menghibur saya di saat saya dalam periode bete stadium akut, tapi buku ini bisa.. *takjub*. Terima Kasih Pukat telah menjadi teman yang sangat menyenangkan dalam masa-masa itu..πŸ™‚

 

Suka cerita waktu Raju, temannya si Pukat jatuh cinta. Aiiih… Cinta emang bumbu yang paling lariss deh. Tapi ini beda, cinta monyet gitu. Dan saya tesenyum lebaaar waktu menemukan alasan Raju kenapa dia akhirnya berhenti untuk mencintai seorang wanita. Alasannya… Lucu banget.. khas anak kecil :p

 

Kau tahu kenapa kebanyakan orang menganggap kecantikan seorang perempuan lebih penting dibandingkan perangai yang baik? Karena di dunia ini, lelaki bodoh jumlahnya lebih banyak dibandingkan lelaki buta.(hal. 178)

 

Trus.. Bagaimana saat Raju dan Pukat bertengkar.. Ditulis dengan bahasa yang segar tapi sukses membuat saya tertampar. Bagaimana saya tidak jatuh cinta pada buku ini? :p

Kalau kau tidak suka dengan seseorang dalam hal-hal tertentu, bagaimana mungkin kau dengan mudah jadi menyingkirkan kedekatan dan rasa suka di banyak hal lainnya? (hal. 86)

 

Walaupun saya sempat terganggu dengan ‘dimatikannya’ Raju, lha kok sama gitu dengan buku terdahulu (Burlian)? Sama-sama ada temannya yang mati. Tapiii… lagi-lagi saya harus mengingat dan menerapkan satu hal, “Jangan menyimpulkan sesuatu jika belum membacanya sampai akhir.”

 

Berbagai hal yang mendidik juga ditemukan di buku ini.. tapi penulisnya menyampaikan tidak seperti menggurui. Keren banget deh, seperti belajar sambil bermain. Bagaimana mengingatkan kita untuk tidak memakan bangkai saudaranya sendiri, bagaimana mengingatkan kita betapa mahalnya sebutir beras, tentang kejujuran juga tentang cinta seorang Ibu daann… ada tips buat menulis khas Tere LiyeπŸ˜‰

Jika kau terbiasa memiliki keluarga, teman dan lingkungan sekitar yang baik, saling mendukung, maka kau akan tumbuh dengan sifat yang baik dan elok pula. Tidak jahat, tidak merusak. Siapa yang paling tahu kau memiliki sifat apa? Tentu saja kau sendiri. (Hal. 94)

 

Oya, novel ini juga menggambarkan betapa harmonisnya sebuah masyarakat di satu kampung. Gotong royongnya itu loh.. Kereeen…πŸ˜€

 

Ah… suka.. suka.. suka… *upin-ipin mode on*

 

*had been posted at Mp β€˜n FB on 231210*

3 thoughts on “PUKAT (Teman yang menyenangkan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s