Perempuan bukan tempat yang terbuka dalam membicarakan perasaan

Masih dalam episode terpukaunya saya dengan cerpen mbak Asma Nadia dalam kumcer Emak Ingin Naik Haji. Cerpen yang berjudul Cinta Begitu Senja memang sukses menyedot perhatian saya. Setelah saya ceritakan di sini, maka saya pun ingin bercerita lagi tentang cerpen itu. Hahaha… Dulu saya pernah bilang, karya bagus ga masalah dibicarakan berkali2.

 

“Cinta Begitu Senja” bercerita tentang Fajar dan Senja. Fajar yang mencintai Senja dan begitupun Senja yang juga punya perasaan yang sama terhadap Fajar. Perasaan yang terbangun sejak lama di hati keduanya tak pernah sekali pun mereka ungkapkan. Fajar mengira… Perasaannya bertepuk sebelah tangan. Walaupun mencoba menerima kenyataan, toh Fajar tidak bisa memasukkan gadis lain dalam hidupnya. Bagi Fajar,  Hanya Senja.. tak ada nama lain yang bisa masuk dalam hatinya.

 

Bagaimana dengan Senja? Senja pun sama. Menyangka Fajar hanya menganggapnya sebagai teman biasa, maka Senja mencoba berdamai dengan kenyataan. Mengejar cita-citanya ke negeri Matahari Terbit dan membangun mahligai Rumah Tangga di sana, hingga mendapatkan dua buah hati. Senja tak pernah menyesali pernikahannya, walaupun suaminya, lelaki baik hati itu tapi tak pernah cukup dicintainya.

 

Sampai pada akhirnya… Lelaki baik hati yang menjadi suami Senja berpulang. Senja pun kembali ke Tanah Air. bertemu kembali dengan Fajar. Fajar yang masih betah dengan kesendiriannya itu pun akhirnya.. setelah bertahun2 memberanikan diri mengajak Senja menikah. Tentu saja hal ini membuat Senja berbunga2. Fajar adalah lelaki yang pernah begitu penuh mengisi hatinya. Ah, bukan pernah.. tapi selalu. Tak Terganti :p

 

Ceritanya happy ending dunk? yah, tidak. Karena Fajar tidak pernah berjodoh dengan Senja. (Spoiler bangeeeetttt….. biarin deh )

 

Yang menarik adalah saat satu pertanyaan bermain di benak Senja. Kenapa baru sekarang Fajar mengajaknya menikah? Kenapa tidak dari dulu? Karena Senja merasa telah begitu banyak energi yang terkuras karena lelaki itu. Bagaimana dia dulu tersiksa karena merasa perasaannya tak berbalas. Bagaimana lelahnya dia menahan kerinduan terhadap Fajar.

 

Pertanyaan Senja ‘kenapa baru sekarang’ itu ternyata membuat Fajar tersadar. Kalau dari dulu perasaannya tak bertepuk sebelah tangan dan itu sungguh membuat dia riang. Dan kemudian juga menanyakan hal yang sama pada Senja,

 

“Kenapa tak pernah bilang, Senja?” pertanyaan itu mengusik kemarahan Senja yang langsung menjawab.

 

“Aku perempuan. Itu sebabnya. Perempuan bukan tempat yang terbuka dalam membicarakan perasaan.”

 

“Kenapa tidak?” Fajar menyahut. “Perasaan milik siapa saja Senja! Bukan kewajiban bagi laki-laki mengungkapkan perasaannya. Harusnya perempuan lebih peka soal ini.”

 

“Peka? Jadi maksudmu aku tidak peka? Tidak sensitif? Begitu?”

 

“Bukan begitu, maksudku….”

 

“Aku tahu maksudmu, sensitivitas itu milik perempuan. Dan keberanian yang harusnya milik laki-laki menjadi tumpul, sebab ketidak sensitifan perempuan!”

 

“Senja, kenapa jadi rumit begini?”

 

Tuh kan.. jadi rumit ceritanya. Tapi sebagai seorang perempuan.. sy sependapat dengan Senja. Laki2 harus punya keberanian dong.. karena Perempuan bukan tempat yang terbuka dalam membicarakan perasaan. Dan perempuan itu… bersikap seperti lagunya Sheila On 7, Untuk Perempuan :

 

 

Jangan mengejarnya

Jangan mencarinya

Dia yang ‘kan menemukanmu

Kau mekar di hatinya

Di hari yang tepat

 

 

Jangan mengejarku

Dan jangan mencariku

Aku yang ‘kan menemukanmu

Kau mekar di hatiku

Di hari yang tepat

 

 

Tidaklah mawar hampiri kumbang

Bukanlah cinta bila kau kejar

Tenanglah tenang

Dia ‘kan datang

Dan memungutmu ke hatinya yang terdalam

Bahkan dia takkan bertahan tanpamu

 

*had been posted at Mp ‘n FB on 210311*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s