Jalan-jalan di ‘Negeri van Oranje’

Ada 3 momen di mana saya begitu tertarik terhadap buku ini. Pertama, saat ada kuis Bentang, kalau ga salah pertanyaannya di mana Lima Mahasiswa Indonesia yang menjadi tokoh utama novel ini (Wicak, Banjar, Geri, Daus dan Lintang) terdampar dan kemudian mereka pertama kali bertemu dan akhirnya menjalin persahabatan? Ahaha… sy muter2 ngubek mbah Google ga ketemu juga ama jawabannya. Dan ternyata jawabannya di Stasiun Amersfoort yang kemudian membentuk genk dengan nama Aagaban (Aliansi Amersfoort Gara-gara Badai di Netherlands). *siapa tahu ntar ada lagi kuis dari Bentang* :))

 

Momen kedua adalah saat sy penasaran dengan hasil jadi sebuah novel keroyokan. Satu novel dikerjakan bersama2.. dan salah satu kakak merekomendasikan novel ini. Katanyaa novel ini juga ditulis keroyokan. Yah, ada 4 nama yang tercantum sebagai penulisnya : Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, Rizki Pandu Permana.

 

Momen ketiga saat sy “ngomel-ngomel” di status setelah selesai membaca sebuah novel bagus. Di mana di novel bagus itu sy merasa urang Banjar diceritakan terlalu lebay. Dan sy sebagai urang Banjar asli merasa tidak terima. hehe.. lagi sensi banget saat itu. Nah, di status itu, seorang kakak yang hari ini sangat berbahagia komen di sana dan menebak apakah novel yang sy maksud Negeri van Oranje? Hohoho… komen kk itu sukses membuat sy penarasan kembali dengan novel ini. Dan kemudian…. teteh yang baik hati di kota tetangga berbaik hati meminjamkan sy novel ini. Yihaaaa…. ^^ *jingkrak2 senang*

 

Seperti disebutkan di atas, novel ini bercerita tentang persahabatan 5 mahasiswa Indonesia di Belanda, satu cewek dan 4 cowok. Yaaah… karena ceweknya cuma satu jadilah kemudian si Lintang, nama cewek itu menjadi rebutan. Sayangnya.. Lintang justru terobsesi punya cowok bule, tapi hal itu tak menyurutkan langkah mereka untuk merebut perhatian Lintang.

 

Ceritanya udah biasa? Ah tidak. Menjadi tidak biasa karena setting novel ini mengambil tempat di Belanda, dan deskripsi negeri yang pernah menjajah Indonesia itu pun digambarkan dengan detail dan menarik. Wajar, karena yang menjadi penulis2nya adalah orang Indonesia yang kuliah di Belanda. Terlebih, 5 mahasiswa itu berada di kota-kota yang berbeda di Belanda sehingga… apa ya… menjadikan buku ini lebih ‘kaya’ membahas tentang kota-kota di Belanda. Ada di Rotterdam, Utrecht, Waganingen, Den Haag dan Leiden. Oh iya, juga ada tips-tips untuk ‘hidup’ di Belanda ataupun jika ingin kuliah di Belanda.

 

Selain itu… ada berbagai info2 tentang Belanda yang sempat membuat sy takjub. Seperti latar belakang dibangunnya Universitas Leiden. Wow… takjub dengan ketidakegoisan masyarakat Leiden. Juga pemikiran2 personil Aagaban tentang nasionalisma, menanggapi pertanyaan yang menjadi dilema para mahasiswa di Luar Negeri, “Haruskah kembali ke Indonesia???” juga tanggapan Daus tentang anggapan miring terhadap PNS. Ya.. ya.. ya… sy sepakat.

 

Walaupun sy tidak bersepakat dengan ‘pemakluman’ Daus, Wicak, Banjar dan Lintang ketika mengetahui sisi lain dari Geri. Sebagai sahabat sy rasa itu bukan sesuatu yang harus dimaklumi.. tapi coba dong diluruskan. Hihihi… beda kali yaa… antara sy dan mereka :p

 

 

Judul : Negeri van Oranje

Penulis : Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, Rizki Pandu Permana

Penerbit :Bentang Pustaka

Tahun : 2009

Tebal : 478 halaman

*had been posted at Mp ‘n FB on 270211*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s