Dalam Mihrab Cinta (the movie)

Dalam Mihrab Cinta (DMC) adalah sebuah buku karya Kang Abik yang sy baca beberapa tahun silam (kesannya udah lama banget ya..). Terpesonanya saya pada Ayat-Ayat Cinta saat itu yang membuat sy selalu memburu karya Kang Abik termasuk DMC. DMC sendiri ternyata hadir dalam bentuk novelet, ada 3 novelet di dalamnya salah satunya berjudul DMC.

 

DMC bukan cerita favorit sy di sana, karena hanya berupa petikan dan bersambung. Sy jauh lebih tertarik cerita tentang Zul dan Mari yang ada di buku itu. Sehingga cerita tentang DMC perlahan-lahan terkikis dalam benak sy. Dan sy tak ingin membacanya ulang ketika filmnya keluar. Berharap sy benar2 akan menikmati filmnya sebagai sebuah sajian yang baru, agar tidak ada pertarungan antara cerita yang terhampar di layar dengan yang pernah ada di imaji saya ketika membaca novelnya. Hasilnya? Yah, sy benar2 menikmatinyaūüôā

 

DMC bertutur tentang Syamsul Hadi, seorang santri yang difitnah mencuri oleh temannya sendiri sehingga dia dikeluarkan dari pesantren secara tidak hormat. Parahnya.. keluarganya justru lebih percaya pada fitnah itu daripada Syamsul yang mencoba meyakinkan kalau dia sama sekali tidak bersalah. Syamsul merasa hancur saat tak ada satu orang pun yang percaya padanya hingga akhirnya dia kabur dari rumah dan terlunta-lunta di jalanan. Yang kemudian karena kesulitan uang dia pun melakukan aksi mencopet. Malang, aksi pertamanya justru tidak berhasil, dia ditangkap dan dipenjara. Berita itu pun ada di koran yang dibaca oleh keluarganya, semakin yakinlah keluarganya kalau Syamsul benar2 seorang pencuri.

 

Selepas dari penjara, Syamsul mencoba bangkit dan pengin jadi orang baik-baik dan mencoba mengadu nasib di Ibukota. Di Jakarta nasibnya juga tak kunjung baik. Keuangan yang semakin menipis membuat dia kemudian kembali menekuni profesi mencopet, kali ini dia ‘bekerja’ lebih profesional karena sempat mendapat ‘didikan’ dari ahlinya di Penjara. Sampai kemudian dia menemukan sebuah dompet yang foto di dalamnya membuat dia terkejut. Foto seorang gadis cantik bersama seorang pemuda yang dia kenali sebagai Burhan, seseorang yang telah memfitnahnya saat di Pesantren dulu. Dompet itulah yang membawa jalan perubahan bagi Syamsul.ūüôā

 

Beberapa catatan sy tentang film ini :

 

  • Saya suka film ini! Film ini tidak seperti beberapa film yang diadaptasi dari novel yang membuat sy lebih terpuaskan dengan novelnya, yah mungkin juga karena faktor yang sy kemukakan di atas. Sy udah hampir lupa dengan isi ceritanya dan ceritanya di novelet itu kan bersambung, sehingga sy tidak bisa menebak jalan ceritanya dan tentunya ada kejutan saat menontonnya. Yah, walaupun sy agak sedikit kecewa dengan endingnya. Sy suka di mana ending yang ‘membahagiakan semua’ tapi jangan sampai mematikan atau kemudian berujung hanya mimpi.
  • Laki-laki kalau cemburu bisa sangat berbahaya. Hoho… sy jadi ingat kasus mutilasi yang ‘ramai’ di daerah sy, bukankah awalnya juga berasal dari cemburu? begitupun dengan Burhan yang ada di film ini, karena merasa cemburu dengan Zizi yang kelihatannya lebih tertarik pada Syamsul maka dia pun tega mefitnah Syamsul.
  • Sy juga suka dengan keoptimisan pada kata2 Damayanti. Walaupun cuma sekilas tapi nada optimis dalam kata2 Damayanti kok bisa sedemikian membekas ya? :))
  • Sama halnya dengan AAC, DMC juga kembaliiii…. menyajikan topik di mana sang wanita menawarkan diri terlebih dahulu. Ohoho… Kang Abik suka banget jenis perjodohan yang seperti ini ya? Dan tetap juga mengusung bumbu cerita paling laris sejagat raya : Cinta segitiga.
  • Tentang akting pemainnya gimana? Ahaha… Si Dude emang pas banget deh berperan sebagai Syamsul Hadi. Pas juga tuh jadi mubaligh. Akting Asmirandah juga oke dan Subhanallah.. Asmirandah cantik banget deh waktu makai busana pengantin. Akting Meyda Safira di film ini juga terlihat lebih matang dibanding KCB dulu (sok tau banget :p)
  • Jika di AAC sy suka dengan nama Nurul Adzkia, di KCB sy suka dengan nama Anna Althafunnisa, di DMC sy suka dengan nama Zidna Ilma yang kemudian dipanggil Zizi. Kang Abik emang keren untuk urusan namaūüôā
  • Dan teteup sama dengan karya2 Kang Abik sebelumnya, tetap ada nilai2 kebaikan yang disampaikan dalam ceritanya.

‚ÄúPesan yang ingin disampaikan melalui film ini adalah janganlah kita berprasangka buruk kepada orang lain, terutama anak-anak muda. Sebab hal itu bisa menyebabkan orang yang sebetulnya baik, akhirnya malah menjadi tidak baik. Sebaliknya kalau masyarakat berprasangka baik kepada seseorang walaupun dia sebetulnya kurang baik, maka insya Allah ia akan terpanggil hatinya untuk menjadi orang yang betul-betul baik.”¬† (Kang Abik)

 

yakinlah di balik semua cobaan

tersimpan rahasia Tuhan yang tak terungkapkan

janganlah menyalahkan keadaan

yang kini terjadi sepenuhnya ku serahkan padaMu

(Rahasia Tuhan – Venue *OST Dalam Mihrab Cinta*)

 

Terakhir… saat nonton film ini sy pun berkesempatan kopdar dengan seorang adik yang manis.. Hehe… Senang bisa ketemu dan nonton bersama WenyūüėÄ

 

*had been posted at Mp ‚Äėn FB on 090111*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s