Catatan Perjalanan Haji seorang Muslimah

Duluuu…. Saya pernah dengar ada seorang ustadz yang bilang (kalau ga salah Aa Gym) kalau qta beneran berniat pengin Naik Haji, maka minimal qta punya satu buku tentang Haji. Sewaktu mendengar itu, saya yang emang udah pengin bener pergi Haji langsung memburu buku tentang Haji, waktu itu buku yang saya taksir berjudul Hajinya para Nabi dan Malaikat, entah siapa penulisnya.. entah siapa penerbitnya. Tapi pas ke toko buku dan tidak menemukan buku itu.. ya sudahlah.. saya ga jadi beli. Tidak juga melirik buku haji dengan judul yang lain. Hohoho… bukan untuk dicontoh ketidakgigihan saya menemukan buku ttg Haji.

 

Buku tentang Haji baru beberapa tahun setelah kejadian itu saya miliki. Tapi, ngebaca buku tentang Haji ini rasanya ga pernah bosan ya.. ada dua hal yang saya dapatkan jika membaca buku tentang Haji.. pertama, tentu dong ilmu dan wawasan qta bertambah (semoga berkah Ilmunya) dan yang kedu, bikin tambah pengiiiiin ke Tanah Suci. Tambah merinduuu……

 

Salah satu buku yang baru saya baca berjudul Catatan Perjalanan Haji seorang Muslimah. Karena judulnya ada muslimahnya, maka dapat ditebak deh kalau ini buku lebih spesifik kepada persiapan buat para muslimah berhaji atau umrah.

Semisal bagaimana mempersiapkan dan mengkondisikan anak2 yang mesti ditinggal ke Tanah Suci, biasanya ibu2 kan yang rada khawatir gimanaa gitu saat harus ninggalin anaknya.

 

Juga tentang yang khas yang terjadi pada Muslimah. Yang menjadi kodrat wanita. Apalagi kalau bukan tamu bulanan. Nah, di buku ini ada dibahas tentang itu. Saya takjub sendiri waktu tau kalau penulisnya mengamati waktu datangnya tamu bulanan ini selama 9 bulan sebelum berangkat. Wow…

 

Selain hal tersebut juga ada tips2 tentang pakaian dan perlengkapan Haji yang nyaman. Jugaa… hemm… tips buat Belanja. Hihihi…..

 

Membaca buku ini, buat yang sudah pernah pergi Haji, jadi bikin bernostalgia dengan kenangan2 saat berHaji dulu, bagi yang belum akan dapat gambaran lebih detail tentang Haji. Karena ini seperti diary penulisnya selama berHaji. Makaa… dari tulisan2 tersebut saya pun dapat merasakan kalau Haji itu benar2 kerja fisik.

 

‘Dari pengalaman ini, aku merasakan betul bahwa ibadah haji adalah ibadah yang membutuhkan kekuatan fisik. Kalau fisik kita lemah, bisa mengundang bahaya, begitu pula bila kita sudah uzur. Sebaiknya bila ada rezeki, ibadah Haji dilaksanakan selagi usia kita masih muda dan fisik kita masih sehat.’ (Hal 58)

 

Ayo.. berhaji selagi muda.. Jangan tunggu sampai tua.. ^_^

 

Nah, komentar penulisnya di atas itu baru di halaman 58 lho.. belum lagi saat memasuki puncak ibadah Haji, yang perjuangannya lebih menguras tenaga juga emosi. Coba deh baca buku ini untuk lebih jelasnya. Tapiiii… jangan keder duluan ya.. Kata mereka yang udah pergi Haji, walau melelahkan, Lelahnya itu nikmat.. Lelahnya itu menyenangkan. Dan kita selalu kangen buat kembali ke sana.

 

 

Judul : Catatan Perjalanan Haji seorang Muslimah

Penulis : Sari Meutia

Penerbit : Lingkar Pena

Tahun : 2009

 

*Terima Kasih buat Ibu yang membantu ynt menemukn buku ini*😀

 

*di posting di FB dan MP 050911*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s