Bincang tentang JODOH

Lagi baca buku yang berjudul Istikharah Cinta. Hemm… membaca cerita awal di buku ini jadi ingat deh postingan kemarin di blog yang berkisah tentang buku. Ada sebuah buku berjudul Trilogi Insiden. Saya pernah ngebet pengin dapat tuh buku, tapi ga mau beli, ikutan kuis yang diselenggarakan penerbitnya, berdebar penuh harap saat pengumuman tapi ternyataaa… belum rezeki. Bukunya ga dapat.

Beberapa bulan setelahnya, tanpa disangka2 seorang teman malah berbaik hati memberikan buku itu ke saya. Ini cerita pertama.

Cerita kedua, buku sekuelnya MLPH. Yang kali ini berjudul MPPH (Muhammad SAW, Para Pengeja Hujan). Kalau untuk buku ini udah sejak tahun kemarin saya pengiiiin banget. Tapi terbitnya baru aja. Trus ada salah satu toko buku OL yang ngadain lelang tuh buku. Lumayan juga kalau menang, apalagi kalau harga miring dan pastinya ongkir ditanggung mereka. Saya pun bersemangat buat ikutan. Tapi waktu itu.. erghhh… jaringan inet saya lambreta banget. Apalagi kuisnya di twitter, makin syusah deh bukanya. Tak menyerah sampai situ, saya pinjam BB kakak saya buat ikutan lelangnya. Upsss… Sama aja lambatnya. Finally, bukunya ga saya dapatkan.

Tapiii…. beberapa hari setelahnya buku ini hadir di rumah saya. Huwaaa… Seseorang mengirimkannya buat saya. Katanya sih, karena bulan Juni adalah bulan di mana saya dilahirkan. Uhuk.. kalau gini, boleh deh saya ulang tahun tiap bulan. hehehe…

Dan inti dari dua cerita itu.. kalau yang namanya rezeki kita ya akan sampai ke kita juga kan? Walaupun kita belum tau kapan waktunya dan bagaimana caranya hal itu sampai ke kita.

Kembali ke buku Istikharah Cinta.. Jadiii… ceritanya tentang Sari. Sari ini pernah dilamar seseorang, tapi lewat istikharahnya (yang berkali-kali) malah dia ditemui seseorang lewat mimpi dengan wajah purnama yang bernama Teja Permana. Nah, yang ngelamarnya bukan Teja, jadi Sari menolak lamaran itu. Begitupun ketika lamaran kedua datang, Sari istikharah lagi… selaluuu saja Teja Permana yang muncul di mimpinya. Padahal Sari ga tau Teja Permana itu orangnya yang mana.

Suatu hari Sari mendapat telpon terkait lamaran kerjanya di sebuah perusahaan. Surprise… karena yang menelponnya bernama Teja Permana. Dengan penuh harap dan gugup Sari pun menemui Teja Permana itu dengan urusan pekerjaan sih.. Dan ternyataaa… Yang namanya Teja Permana itu jauuuuh dari bayangan laki2 sholeh, malah sering mabok tuh Teja, pergaulannya juga bebas mungkin imbas karena pernah kuliah di LN. Tapi mimpi2 tentang Teja Permana itu masih saja mampir dalam hidup Sari. Satu hal lagi yang penting, Teja itu jenius (apa coba?)

Akhirnyaa… Sari pun memberanikan diri juga memantapkan hati menawarkan pernikahan pada Teja (setelah 7 tahun penuh warna, satu ‘atap’ dalam urusan pekerjaan (satu kantor gitu..)), Ehh…. laki2 itu hanya mengucap terima kasih trus.. terkesan menghindar gitu dari Sari. Sari pun tahu diri, dan memilih resign dari pekerjaan agar perasaannya tak semakin menjadi-jadi. Bagaimana tanggapan Teja sewaktu Sari resign? Dingin.. Dia cuek aja malah ga ngucapin kata perpisahan, sms dan telpon Sari juga tak dia gubris. Padahal sebelum Sari menawarkan pernikahan itu mereka akrab dan sering terlibat diskusi.

Endingnya… (biarin deh Spoiler).. suatu hari ada seorang tamu yang datang kepada Sari. Dan ternyata Teja. Dia bilang ingin menikah. Sari dengan penuh kebesaran hati mengucapkan selamat kepada Teja. Tapi apa kata Teja, “aku ingin menikah, tapi pengantinnya kamu Sari.” Uhuk.. happy ending nih…

Ternyataa… si Teja itu udah lamaaa suka sama Sari. Tapi dia tau diri, siapa dia dan siapa Sari. Dia pun bertekad untuk berubah menjadi lebih baik agar pantas menikah dengan Sari. Perjuangan yang tidak mudah. Pada saat Sari menawarkan pernikahan, Teja merasa dia belum cukup baik untuk Sari karena itulah dia menghindar. Dan setelah merasa siap baru deh Teja mendatangi Sari, mengajak Sari menikah.

Intinyaaa… kalau jodoh ga akan ke mana-manaaaa…. hehehehe….
ngutip penutup dari cerita itu :

Sungguh Allah saja yang tahu siapa jodoh kita dan kapan akan diberikan. Namun, yakinlah, itu semuanya akan diberikan di waktu dan kesempatan yang tepat dan paling baik untuk kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s