Hentakan

Hentakan.

Barusan saya membuka pintu kamar kakak saya, sy menghentak gagang pintunya dengan sedikit keras. Dengan kekuatan yang sama yang biasa saya gunakan ketika membuka pintu kamar saya. Kenapa? Karena ya pintu kamar saya agak sedikitt… hemm.. apa ya istilahnya, intinya agak susah dibuka dan perlu hentakan lebih keras saat membukanya.

Tapi kekuatan yang sama yang saya gunakan itu ternyata terlalu kuat buat membuka pintu kamar kakak. Yah, karena pintu kamar kakak tidak bermasalah. Jadinya seperti ada tenaga terbuang. Saya menggunakan tenaga berlebihan untuk sesuatu yang baik-baik saja.

Sama halnya ketika saya menjemput kakak Umrah sekitar dua tahun yang lalu. Sebuah tas ada di depan saya. Saya bersiap mengangkatnya dengan kekuatan penuh. Dan ternyataa… tas itu lebih ringan dari yang saya bayangkan. Saya hampir terjerembab.

Di lain kesempatan ketika saya memakan sesuatu, orang2 di rumah pada komentar kalau makanan saya itu pedas betul. Saya? Merasa biasa saja. Malah merasa kurang pedas.

Intinya apa yan? Intinya.. tiap orang dalam menafsirkan sesuatu itu beda-beda. Buat qta sesuatu itu biasa2 saja tapi buat orang lain itu bisa beda. Buat kita hal itu tidak terlalu menyiksa, bisa beda buat orang lain.

Begitupun ketika kita menggunakan kekuatan, terkadang kita terlalu berlebihan membuang tenaga untuk sesuatu yang sebenarnya baik-baik saja.

*ngelanturdotcom*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s